PANDUAN PEMBAKUAN ISTILAH
PELAKSANAAN INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 2 TAHUN 2001
TENTANG
PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN APLIKASI KOMPUTER
BERBAHASA INDONESIA
KIAT PEMBAKUAN PERISTILAHAN PERKOMPUTERAN DALAM
BAHASA INDONESIA
DAFTAR ISI
Daftar Perubahan
Lembar Pengesahan
Daftar Isi
Landasan Umum
PEDOMAN KHUSUS PEMBENTUKAN ISTILAH KOMPUTER
1. Landasan
2. Bahasa Sumber
3 Tata Cara Penyerapan Istilah Asing
PEDOMAN KHUSUS PEMAKAIAN ISTILAH KOMPUTER
1. Kepoliglotan orang Indonesia
2. Istilah Resmi dan Istilah Baku
3. Pengefektifan Penggunaan Istilah
SENARAI PADANAN ISTILAH
PANDUAN PEMBAKUAN ISTILAH
PELAKSANAAN INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 2 TAHUN 2001
TENTANG
PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN APLIKASI KOMPUTER
BERBAHASA INDONESIA
KIAT PEMBAKUAN PERISTILAHAN PERKOMPUTERAN DALAM
BAHASA INDONESIA
Landasan Umum
Penguasaan teknologi komunikasi dan informasi dengan menggunakan
kemudahan komputer dan jaringannya di Indonesia masih
tersendat-sendat. Terbatasnya kepemilikan komputer, digunakannya
komputer hanya sebagai sarana terisolasi, dan kurangnya kemampuan
dalam mengoperasikan komputer oleh adanya keterbatasan penguasaan
bahasa merupakan faktor yang teridentifikasi sebagai penyebab
kelambatan tadi. Bahasa Inggris yang dipergunakan dalam komputer,
baik dalam perangkat lunak maupun perangkat kerasnya, diduga
telah menyulitkan pengguna dalam memanfaatkan komputer.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah melalui Inpres No. 2
Tahun 2001 menginstruksikan penggunaan komputer dengan aplikasi
berbahasa Indonesia. Dengan demikian, diperlukan upaya
pengindonesiasian istilah yang digunakan dalam komputer.
Untuk menindaklanjuti dikeluarkannya Inpres tersebut, berdasarkan
Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 44/M/Kp/IV/2001 dibentuk Tim Pelaksana Instruksi Presiden
Nomor 2 Tahun 2001 yang, antara lain, bertugas menyediakan
perangkat istilah bahasa Indonesia yang berkaitan dengan
perkomputeran.
Untuk memenuhi tugas tersebut, diputuskan pendekatan secara
bertahap. Berpedoman pada panduan UNESCO, pada tahap awal
dipersiapkan sekitar 700 istilah yang paling banyak dipakai dalam
mengoperasikan dan membicarakan segala sesuatunya tentang
komputer untuk keperluan sehari-hari. Tahap ini lebih ditujukan
kepada pengguna umum (pemula) yang merupakan kelompok kaum
terpelajar yang setara dengan sekolah menengah umum. Selanjutnya,
akan dipersiapkan sekitar 4.000 istilah yang diperlukan untuk
mendalami komputer sebagai suatu disiplin keilmuan pada tingkat
pendidikan strata satu berdasarkan suatu klasifikasi
perkomputeran.
Kiat Pembakuan Peristilahan Perkomputeran Bahasa Indonesia yang
berisi Panduan Praktis Pembentukan Istilah Komputer, Panduan
Khusus Penggunaan Istilah Komputer dan Senarai Istilah Komputer
Bahasa Indonesia ini merupakan salah satu sarana yang dikeluarkan
oleh Tim Pelaksana Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2001 untuk
digunakan, baik oleh para pengguna maupun pengembang pihak
komputer. Diharapkan bahwa sarana ini akan membantu upaya
nasional dalam (1) meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber
daya manusia Indonesia melalui penggunaan teknologi komputer dan
(2) meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi,
sehingga dapat menjadi salah satu pemicu industri perangkat lunak
dan perangkat keras komputer.
Maksud disusunnya buku Kiat Pembakuan Istilah Perkomputeran dalam
Bahasa Indonesia ini adalah untuk memberikan kemudahan, baik bagi
para pengguna Indonesia dalam berkomunikasi mengoperasikan
perangkat lunak dan perangkat keras komputer, maupun bagi pihak
pengembangan dalam merancang dan mendesain aplikasi komputer
berbahasa Indonesia.
Sementara itu, untuk lebih memantapkan hasil yang dicapai, suatu
kamus istilah komputer sedang disiapkan pula.
PEDOMAN KHUSUS PEMBENTUKAN ISTILAH KOMPUTER
1. Landasan
Dalam membentuk istilah komputer Indonesia, kumpulan patokan dan
saran dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah serta
pedoman-pedoman khusus istilah terkait lainnya hendaklah
digunakan sebagai penuntun utama. Di samping itu, perlu pula
dipakai ketentuan berikut yang merupakan pelengkap khusus Pedoman
Umum Pembentukan Istilah.
2. Bahasa Sumber
Bahasa sumber pembentukan istilah komputer adalah bahasa Inggris
yang dipakai sebagai bahasa dasar pengembangan perkomputeran.
Mengingat pentingnya peran komputer dalam teknologi komunikasi
dan informasi sebagai wahana untuk pelaksanaan komunikasi
internasional yang bersifat mengglobal, kemudahan untuk kecepatan
saling mengerti antarbangsa supaya mendapat perhatian khusus
dalam membentuk peristilahan komputer Indonesia.
Untuk itu, penentuan prioritas dalam mempertimbangkan dan
menentukan pemilihan istilah yang akan diterima tidak membedakan
prioritas alternatif langkah 1 (bahasa Indonesia lazim), langkah
2 (bahasa Indonesia tidak lazim), langkah 3 ( bahasa serumpun
lazim), langkah 4 (bahasa serumpun tidak lazim), langkah 5
(penerjemahan bahasa asing), langkah 6 (penyerapan dengan/tanpa
penyesuaian ejaan/lafal), dan langkah 7 (penerjemahan dan
penyerapan).
3 Tata Cara Penyerapan Istilah Asing
Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia dilakukan
berdasarkan beberapa ketentuan sebagai berikut:
1. Istilah asing dipadankan dengan bahasa Indonesia yang umum.
Contoh: delete - hapus
exit - keluar
cancel - batal
2. Istilah asing dipadankan dengan bahasa Indonesia yang tidak
lazim.
Contoh: scan - pindai
scanner - pemindai
hacker - peretas
3. Istilah asing dipadankan dengan bahasa serumpun yang lazim.
Contoh: batch - tumpak
homepage - laman
4. Istilah asing dipadankan dengan bahasa serumpun yang tidak
lazim.
Contoh: discharge - luah
download - unduh
upload - unggah
5. Istilah asing diserap ke dalam bahasa Indonesia:
a. tanpa melalui proses penyesuaian ejaan
Contoh: monitor - monitor
internet - internet
b. melalui penyesuaian ejaan
Contoh: access - akses
computer - komputer
c. melalui penyesuaian lafal
Contoh: design - desain
manager - manajer
d. melalui penyesuaian ejaan dan lafal
Contoh: management - manajemen
architecture - arsitektur
e. melalui penambahan vokal pada akhir kata yang
hanya berupa satu suku kata, sekaligus dengan
penyesuaian ejaan
Contoh: fact - fakta
norm - norma
byte - bita
PEDOMAN KHUSUS PEMAKAIAN ISTILAH KOMPUTER
1. Kepoliglotan orang Indonesia
Bangsa Indonesia pada dasarnya bersifat poliglot. Oleh karena
itu, penggunaan istilah yang berasal dari bahasa asing asal
'tampak' seperti bahasa Indonesia tidak akan merupakan masalah.
Dalam percakapan lisan 'didel' dibenarkan dipakai di samping
' dihapus'. Akan tetapi, untuk bahasa tulis sebaiknya dipakai
istilah 'dihapus'.
2. Istilah Resmi dan Istilah Baku
Seranai istilah yang dihasilkan berdasarkan Pedoman Khusus
Pembentukan Istilah Komputer ini merupakan istilah resmi,
sehingga harus dipakai dalam setiap tulisan dan dokumen resmi.
Adapun pemapanan pembakuan dan pemakaiannya ditentukan
berdasarkan keberterimaannya oleh masyarakat umum.
3. Pengefektifan Penggunaan Istilah
Senarai Istilah Komputer menyediakan seperangkat kosakata bahasa
Indonesia untuk digunakan dalam upaya kebahasaan untuk
mengefektifkan penyusunan karya tulis bahasa Indonesia sesuai
dengan tuntutan persyaratan pola penyajian yang bersifat tepat,
singkat, lugas, dan jelas.
Sehubungan dengan itu, upaya penggunaan bahasa Indonesia untuk
menurunkan perangkat istilah bersistem amat dianjurkan. Dari
istilah akses ( access) dapat diturunkan pengakses ( accessor),
terakseskan ( accessible), keteraksesan (accessibility), aksesi
(accession), dan seterusnya.
Selanjutnya, nila akan dipadankan ' … new forms of computers will
proliferate, including biological computers …' dalam bahasa
Indonesia baku, dikatakan ' … bentuk baru komputer akan
berprolifrasi, termasuk komputer biologis …' bukan '…
bentuk-bentuk baru komputer-komputer, termasuk komputer-komputer
biologis …'. Bentuk terakhir betul menurut tata bahasa Inggris,
tetapi menyalahi tata kaidah kalimat bahasa Indonesia baku. Oleh
karena itu, istilah Indonesia yang dibakukan adalah bentuk
tunggal. Jadi, ada ' data' sebagai padanan datum yang dianggap
tunggal, dan baru kalau diperlukan, ada bentuk 'data-data' untuk
padanan data. Begitu pula hanya ada virus untuk virus, sedangkan
bentuk jamak viri dipadankan dengan 'virus-virus ' bukan 'viri'.
SENARAI PADANAN ISTILAH
No. Istilah Padanan
=======================================================================
1 abort gugurkan
2 access akses
3 access management manajemen akses
4 access unit unit akses
5 account akun; rekening
6 action button tombol tindak, tombol aksi
7 action setting penataan tindak, penataan aksi
8 active desktop destop aktif
9 add-ins tertambah
10 address alamat
11 address book buku alamat
12 administration administrasi
13 administration domain ranah administrasi
14 advisory system sistem penasihat
15 affirmation penegasan
16 agenda agenda
17 algorithm algoritma
18 alias alias
19 align left rata kiri
20 align right rata kanan
21 alignment perataan
22 alternate silih
23 alternate recipient penerima pilihan
24 animation animasi
25 anonymous remailer penyurat-balik anonim
26 append bubuh
27 application aplikasi
28 apply terapkan
29 apply design desain terapan
30 arrange susun
31 array larik
32 artificial intelligence kecerdasan buatan, intelegensi
buatan
33 ascending menanjak, urut naik
34 attribute atribut
35 auto clip art gambar klip otomatis
36 auto-correct pembetulan otomatis, otokoreksi
37 auto-forward maju otomatis
38 auto-replay putar ulang otomatis
39 auto-reply balasan otomatis
40 autofit otofit
41 autoformat format otomatis, otoformat
42 automatic learning pemelajaran otomatis
43 autoshapes bentuk otomatis
44 autosum total otomatis; jumlah otomatis
45 back balik; belakang
46 back slash garis miring kiri
47 back space spasi mundur
48 back up (rekam) cadangan
49 background latar belakang
50 backtracking lacak balik
51 backward chaining perantaian balik
52 band pita
53 bandwidth lebar pita
54 bar batang
55 bar-code kode batang
56 bar-code reader pembaca kode batang
57 bar-code scanner pemindai kode batang
58 base basis
59 batch tumpak
60 best-first search telusur pertama terbaik
61 binary biner
62 bit bit
63 bit map peta bit
64 blackboard model model papan tulis
65 blind copy recipient penerima kopi buntu; penerima
salin buntu
66 body bodi; badan
67 body text teks tubuh
68 bold tebal
69 border batas
70 bps bps
71 breadth-first search telusur pertama lebar
72 break putus
73 broadcast mail surat siaran
74 broadcast videography videografi siaran
75 browse ramban; jelajah
76 browsers peramban; penjelajah
77 buffer penyangga
78 bug kutu
79 bullet bulet
80 button tombol
81 byte bita
82 cache memory memori tembolok, memori
singgahan
83 cancel batal
84 capacity kapasitas
85 capslock kancing kapital
86 caption takarir
87 card kartu
88 cartridge kartrid, selongsong, patrun
89 cartridge disk disket kartu
90 cascade riam
91 cell sel
92 center tengah
93 central processing unit (CPU) unit pengolah pusat (UPP)
94 change case ubah karakter
95 channel saluran, kanal
96 character aksara; karakter
97 chart bagan
98 chatting rumpi
99 clear bersih; bersihkan
100 click klik
101 client klien
102 close tutup
103 closed file berkas tertutup
104 cluster gugus; rumpun
105 coding pengodean
106 color warna
107 color monitor monitor warna
108 column kolom
109 comments komentar
110 common name nama umum
111 computer komputer
112 computer aided berbantuan komputer
113 computer aided design (CAD) desain berbantuan komputer (DBK)
114 computer aided instruction instruksi berbantuan komputer
115 computer aided manufacturing pemanufakturan berbantuan
komputer
116 computer conference konferensi komputer
117 computer memory memori komputer
118 computer network jaringan komputer
119 conclusion part bagian kesimpulan
120 content isi
121 content type tipe isi
122 control(ctrl) kontrol (ktrl), kendali
123 convert ubah
124 copy salinan; kopi
125 copy recipient penerima salinan
126 count cacah
127 country name nama negara
128 crack rengkah
129 cracker perengah
130 create new buat baru
131 cursor kursor
132 custom views tilik pesanan, tilik suai
133 customizes sesuai
134 cut potong
135 cut-off putus
136 daemon jurik
137 data data
138 data analysis display tampilan analisis data
139 data anaysis analisis data
140 data bank bank data
141 data interchange saling tukar data
142 data logging pencatatan data
143 data processing pemrosesan data, pengolahan data
144 data processor pemroses data
145 database pangkalan data, basis data
146 datasheet lembar data
147 date tanggal
148 debug awakutu
149 decimal desimal
150 declarative knowledge pengetahuan deklaratif
151 decoding pengawasandian
152 decrease kurang; susut
153 deduction deduksi
154 deductive inference inferensi deduksi
155 deferred delivery pengiriman tertunda
156 delete hapus
157 delete item butir hapus
158 delivery pengiriman
159 delivery notification pemberitahuan pengiriman
160 depth-first search telusur pertama kedalaman
161 descending menurun, urut turun
162 design desain; rancangan
163 desk application aplikasi meja
164 digit digit
165 digital digital
166 digital computer komputer digital
167 direct submission submisi langsung
168 direct user pengguna langsung
169 directory direktori
170 directory information informasi direktori
171 directory management manajemen direktori
172 directory name nama direktori
173 directory system sistem direktori
174 directory system agent agen sistem direktori
175 directory user pengguna direktori
176 directory user agent agen pengguna direktori
177 disc disket; cakram; diska
178 disclosure of other penyingkapan lain
179 disconnected network drive pemacu jaringan tak-tersambung
180 discuss diskusi
181 disk drive penggerak disket; penggerak
cakram
182 disk memory memori disket; memori cakram
183 diskette disket
184 display tayangan
185 display station monitor peraga
186 distribution list senarai distribusi
187 document dokumen
188 document delivery pengiriman dokumen
189 document interchange saling tukar dokumen
190 domain ranah
191 domain knowledge pengetahuan ranah
192 domain model model ranah
193 domain name server server nama ranah; peladen nama
ranah
194 down anjlok
195 download unduh
196 drag seret
197 draw gambar; lukis
198 draw table buat tabel
199 drawing penggambaran
200 drive penggerak
201 dummy tiruan
202 edit edit
203 electronic data proccessing pemrosesan data elektronik (PDE)
(EDP)
204 electronic archive arsip elektronik
205 electronic data data elektronik
206 electronic document dokumen elektronik
207 electronic mail surat elektronik
208 electronic mailbox kotak surat elektronik
209 electronic messaging pemesanan elektronik
210 emoticon ikon emosi
211 encoded information informasi tersandi
212 encoding penyandian
213 encryption enkripsi
214 end selesai; tamat
215 enter enter
216 entry entri
217 envelope amplop
218 episode episode
219 erase hapus
220 eraser penghapus
221 error galat
222 esc(ape) hindar; keluar balik
223 evaluation function fungsi evaluasi
224 exit keluar
225 expert system (ES) sistem pakar (SP)
226 expiration date tanggal ekspirasi
227 expiry date indication indikasi tanggal kedaluwarsa
228 explorer penjelajah
229 export ekspor
230 facsimile faksimile
231 facsimile machine mesin faksimile
232 fax faks
233 fax board papan faks
234 fax machine mesin faks
235 fax modem modem faks
236 feedback balikan; umpan balik
237 fetch jemput; ambil
238 field ruas
239 field length panjang ruas
240 file berkas
241 file name nama berkas
242 filing pemberkasan
243 fill isi
244 fill character isi karakter
245 filter tapis; filter
246 filtering penapisan
247 find cari; temukan
248 firmware peranti tegar, perangkat tegar
249 floppy disk disket liuk; cakram liuk
250 folder pelipat
251 font huruf; fonta
252 font size ukuran huruf
253 footer kaki halaman
254 foreground latar depan
255 format format
256 format painter pewarna format
257 formula formula, rumus
258 forward depan
259 forward chaining perantaian maju
260 frame bingkai
261 front-end ujung depan
262 full screen layar penuh
263 gateway gerbang
264 general umum
265 generate bangkitkan
266 get dapatkan
267 gigabyte gigabita
268 go to menuju
269 gridlines garis kisi
270 hack retas
271 hacker peretas
272 hang macet
273 hanging indent inden macet
274 hard disk cakram keras
275 hardware perangkat keras
276 header tajuk
277 heading penajukan
278 help bantuan
279 heuristic search telusur heuristik
280 hide tersembunyi
281 highlight sorot
282 history sejarah
283 home pangkal
284 home base basis pangkal
285 horizontal horizontal
286 hub hub
287 hyperlink hipertaut
288 identity (ID) identitas (ID); tanda kenal
289 If-then rule kaidah jika-maka
290 If-then statement pernyataan jika-maka
291 image interpretation inteprestasi citra
292 image understanding pemahaman citra
293 image recognition rekognisi citra
294 import masuk; impor
295 in-basket masuk keranjang
296 inbox kotak masuk
297 indent inden
298 index indeks
299 inference engine mesin inferensi
300 informatics informatika
301 information informasi
302 information object objek informasi
303 information system sistem informasi
304 information technology (IT) teknologi informasi (TI)
305 input masukan
306 input data data masukan
307 input/output (I/O) masukan/keluaran (M/K)
308 insert sisip, sisipan
309 install instal
310 instruction pembelajaran, instruksi
311 integrated software perangkat keras terpadu
312 interactive videography videografi interaktif
313 interface antarmuka
314 intranet intranet
315 IP (identification personal) alamat PI (personal
address identifikasi)
316 italic italik; miring
317 joining penggabungan
318 key kunci; tombol
319 key field medan kunci; medan tombol
320 key lock terkunci
321 keyboard papan ketik; papan tombol
322 keyboard entry entri papan ketik; entri papan
tombol
323 keyboard printer pencetak papan ketik
324 keypad bantalan kunci
325 keyword kata kunci; kata sandi
326 kilobyte kilobita
327 knowledge acquisition persyaratan pengetahuan
328 knowledge base basis pengetahuan
329 knowledge engineer insinyur pengetahuan
330 knowledge engineering rekayasa pengetahuan
331 label label
332 landscape lanskap
333 launch luncur
334 launching peluncuran
335 leased line jalur sewaan
336 left kiri
337 legal pleadings pembelaan legal
338 letters and fax surat dan faks
339 line garis; jalur
340 links taut
341 list senarai
342 load muat
343 lock kancing
344 log in log masuk
345 log off log keluar
346 log on log masuk
347 log out log keluar
348 lower case sosok (huruf) bawah
349 macro makro
350 macro instructions instruksi makro
351 macroprocessor makroprosesor; pemroses makro
352 magnetic disc storage penyimpan disket magnetik
353 mail surat
354 mail broadcaster penyiar surat
355 mailbox kotak surat
356 mainframe bingkai induk; kerangka induk
357 management domain ranah manajemen
358 map network drive pemacu jaringan peta
359 master data data utama; data induk
360 master file berkas induk
361 means-end analysis analisis rerata-akhir
362 media player penggelar media
363 megabyte megabita
364 memo memo
365 memory memori
366 memory cache memori tembolok
367 memory capacity kapasitas memori
368 menu menu
369 merge gabung
370 message pesan
371 message handling penanganan pesan
372 message retrieval temu kembali pesan
373 message storage penyimpanan pesan
374 message transfer transfer pesan
375 message transfer agent agen transfer pesan
376 microcomputer mikrokomputer; komputer mikro
377 microprocessor mikroprosesor; prosesor mikro
378 minicomputer minikomputer
379 missing penghilangan
380 modem modem
381 moderated conference konferensi terpadu
382 monitor monitor
383 monitor display tampilan monitor
384 motherboard papan induk
385 mouse tetikus
386 movie film
387 multi-tasking penugasan ganda
388 multimedia multimedia
389 multiple of firing ganda penyalaan
390 name resolution resolusi nama
391 naming authority otoritas penamaan
392 natural language bahasa alami
393 network jaringan
394 networking jejaring
395 new mail surat baru
396 nondelivery takterkirim
397 numbering penomoran
398 numlock kancing angka
399 O/R address alamat O/R
400 object objek
401 off padam
402 office automation otomasi kantor
403 offline terputus
404 ok oke
405 on hidup, on
406 on line terhubung; tersambung
407 open buka
408 operating system (OS) sistem operasi (SO)
409 operator operator
410 optical disk disket optik
411 option opsi; pilihan
412 originator originator
413 originator/recipient originator/penerima
414 other documents dokumen lain
415 out-basket keranjang luar
416 outline kerangka, ragangan
417 output keluaran
418 pack and go kemas dan jalankan
419 page default standar halaman
420 page down (PgDn) turun halaman
421 page number nomor halaman
422 page preview pratilik halaman
423 page set up tata halaman
424 page up (PgUp) naik halaman
425 page width lebar halaman
426 paragraph paragraf
427 password sandi lewat
428 paste pasta, rekat
429 paste special spesial pasta
430 pause jeda
431 percent style gaya persentase
432 physical delivery pengiriman fisik
433 physical delivery access akses pengiriman fisik
434 picture gambar
435 pixel piksel
436 port pangkalan
437 portrait potret
438 power daya
439 preview pratilik
440 preview not available pratilik taktersedia
441 primary storage penyimpan utama
442 print cetak
443 print area wilayah cetak
444 print out cetakan
445 print preview pratilik cetak
446 print screen cetak layar
447 printer pencetak
448 private domain name nama ranah pribadi
449 private management manajemen pribadi
450 probe kuar
451 process proses
452 processor pemroses; prosesor
453 program program
454 programmer pemrogram, programer
455 programmer analyst analis pemrogram; analis
programer
456 programming pemrograman
457 programming language bahasa pemrograman
458 prompt siap ketik
459 proof of delivery service kedap layanan pengiriman
460 properties properti
461 protect proteksi; perlindungan
462 protocol protokol
463 publications publikasi
464 query permintaan, kueri
465 quit keluar
466 random access akses acak
467 random access memory (RAM) memori akses acak
468 read only memory (ROM) memori baca-saja
469 reader pembaca
470 ready siap
471 receipt menerima
472 received diterima
473 recipient penerima
474 record utas; rekam
475 redo jadi lagi
476 redundancy kelewahan; redundansi
477 refresh segar
478 release luncuran; terbitan
479 remove hapus
480 rename ganti judul, nama ulang
481 repeat ulang
482 replace ganti
483 replication replikasi
484 reply jawab
485 reply all jawab semua
486 reports laporan
487 reset tata ulang
488 resource sumber daya
489 restart start ulang
490 restore simpan ulang
491 resume teruskan lagi
492 retrieval temu kembali
493 retry coba lagi
494 return kembali
495 rewrite tulis ulang
496 right kanan
497 row baris
498 ruler mistar
499 run jalankan
500 save simpan
501 save as simpan sebagai
502 save as HTML (hyper markup simpan sebagai bahasa markah
language) hiper teks (BMHT)
503 scan pindai
504 scanner pemindai
505 screen layar
506 scroll menggulung
507 scroll lock kunci gulung
508 search telusur
509 secondary recipient penerima sekunder
510 sector sektor
511 secure access akses aman
512 security keamanan
513 segment segmen
514 select pilih
515 select all pilih semua
516 send kirim
517 send to kirim kepada
518 sent item surat/butir terkirim
519 series seri
520 server peladen; server
521 set up show tata tampilan
522 setting penataan
523 setup tata
524 shading pembayangan
525 share workbook buku kerja bersama
526 shareable directory direktori terbagi
527 sheet lembar
528 shift alih
529 shut down tutup padam
530 signature tanda tangan
531 slash garis miring
532 sleep pudar
533 slide salindia
534 slide colour scheme skema warna salindia
535 slide from files salindia dari berkas
536 slide from outlines salindia dari ragangan
537 slide layout tata letak salindia
538 slide miniature miniatur salindia
539 slide number nomor salindia
540 slide show tampil salindia
541 slide sorter penyortir salindia; pemilah
salindia
542 slot slot
543 software perangkat lunak
544 sort sortir; pilah
545 sound suara
546 source sumber
547 space spasi
548 spacebar batang spasi
549 speaker noter pencatat pembicara
550 spelling ejaan
551 split belah
552 splitting pembelahan
553 spread sheet lembar sebar
554 standby siaga
555 start mulai; star
556 start up hidupkan
557 status bar batang status
558 stop stop
559 stored message alert siaga pesan tersimpan
560 style gaya
561 style checker pemeriksa gaya
562 subdirectory subdirektori
563 subject subjek
564 submission submisi
565 subscriber penika bawah
566 subscript tika bawah
567 subtotals subtotal
568 superscript tika atas
569 symbol simbol
570 synchronize menyelaraskan; selaras
571 tab tab
572 table tabel
573 tape pita
574 taskbar batang tugas
575 teleconferencing telekonferensi
576 telecopy telekopi
577 telefax telefaks
578 teletext teleteks
579 telex teleks
580 template templat
581 terminal terminal
582 text (voice, image, video) teks (suara, citra, video)
583 text box kotak teks
584 theme tema
585 thread ulir
586 throughput terobosan
587 tile ubinan
588 time waktu
589 to fax ke faks
590 toolbars batang alat; batang perkakas
591 tools alat; perkakas
592 top-level domain name nama ranah aras puncak
593 trace runut
594 tracing facility fasilitas perunutan
595 track lintas, jalur
596 transfer transfer
597 transmission transmisi
598 transmittal event peristiwa transmital
599 underline garis bawah
600 undo tak jadi
601 unhide tak tersembunyi
602 up ungguh
603 up level naik aras
604 update mutakhir
605 upload unggah
606 upper case sosok (huruf) atas
607 user pengguna
608 user agent agen pengguna
609 user friendly akrab pengguna
610 user group kelompok pengguna
611 user interface antarmuka pengguna
612 utilities kegunaan
613 version versi
614 vertical vertikal
615 video conferencing konferensi video
616 videotext teks video
617 view tilik
618 viewdata data tilik
619 viewing screen layar penilikan
620 voice mail surat suara
621 wake up bangun
622 web pages halaman web
623 whole page halaman utuh
624 window jendela
625 wizard cekatan
626 word kata
627 work load beban kerja
628 work station anjungan kerja
629 zoom zum
=======================================================================
http://vlsm.org/baku-0.txt versi 19 September 2001 a
(c) 2001 GFDL (Gnu Free Document License)
Lihat juga http://gnu.vlsm.org/licenses/fdl.txt
=======================================================================
Jumat, 15 Juni 2012
KIAT PEMBAKUAN PERISTILAHAN PERKOMPUTERAN DALAM BAHASA INDONESIA
TIPS MENGHILANGKAN DAN MENCEGAH RASA JENUH
Jenuh Karena Kegiatan Kuliah
Jenuh Karena Rutinitas Anda Di Pekerjaan
Jenuh Karena Rutinitas Anda Di Rumah
Atau Bahkan Jenuh Dengan Semua Hal Yang Anda Temukan
Saya sendiri pernah mengalami apa yang anda rasakan mulai dari jenuh kuliah bahkan
saya sempat jenuh dengan kehidupan saya sendiri.
Jenuh Karena Rutinitas Anda Di Rumah
Atau Bahkan Jenuh Dengan Semua Hal Yang Anda Temukan
Saya sendiri pernah mengalami apa yang anda rasakan mulai dari jenuh kuliah bahkan
saya sempat jenuh dengan kehidupan saya sendiri.
Berikut ini tips menghilangkan dan mencegah rasa jenuh yang datang pada diri anda:
1. Mulailah memikirkan sesuatu yang bersifat fun (menghibur). Mungkin salah
satu teman anda pernah melakukan lelucon atau hiburan pada anda. Atau pun
mengingat hal terkonyol yang pernah anda lakukan. Ingat jangan pernah
memikirkan masa lalu yang menurut anda menyedihkan!!
satu teman anda pernah melakukan lelucon atau hiburan pada anda. Atau pun
mengingat hal terkonyol yang pernah anda lakukan. Ingat jangan pernah
memikirkan masa lalu yang menurut anda menyedihkan!!
2. Ciptakan pemandangan yang berbeda di tempat kerja anda. Jika anda
seorang pekerja kantoran mungkin anda bisa memasang foto anak anda. Atau
pun mengganti lukisan yang ada dalam kantor anda. Jika anda seorang
mahasiswa anda bisa memasang foto-foto teman anda foto sewaktu anda kecil
atau pun foto kekasih anda pada folder yang selalu anda bawa.
3. Kenali lingkungan anda. Jangan terlalu menjadi pendiam atau pun kurang
bergaul. Dan jangan pernah memilih teman. Siapa saja yang anda kenal
akan menjadi warna dalam hidup anda. Kenali dosen teman sekelas, teman
kerja, ibu kantin dll.
4. Mulailah membuat lingkungan anda menjadi menarik. Anda bisa mencari
teman untuk saling berbagi cerita, dan saling berbagi pendapat tentang
pekerjaan anda atau pun pengalaman yang menarik.
5. Lakukan gerakan-gerakan kecil yang dapat menimbulkan irama sambil
bernyanyi di dalam hati. Contohnya menggetukan jari-jari anda diatas meja,
menggerakan telapak kaki anda dll, sehingga mengeluarkan irama ketukan
yang halus. Memang terdengar konyol akan tetapi gerakan dan irama tersebut
dapat membuat anda lebih rileks dan nyaman.
dapat membuat anda lebih rileks dan nyaman.
6. Buatlah penampilan anda berbeda dari sebelumnya menjadi lebih baik.
Mengganti pakaian yang berbeda dari minggu-minggu sebelumnya. Merubah
gaya rambut anda. Memakai pernak-pernik yang berbeda. Sehingga membuat
penampilan anda lebih menarik dan menawan.
Jumat, 24 Februari 2012
KISAH PENUH MOTIVASI ANTARA AYAH, ANAK, DAN SEEKOR BURUNG GAGAK
Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan
pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di
sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu
menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi
pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu
menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang
serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal
kepada si ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi
membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang
sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal
hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya
katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang
kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu
kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.
9
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba
seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan
bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku
menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi
rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si
Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau
telah hilang kesabaran serta marah.”
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya
memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.
PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.
Author : PercikanIman.org
Shared : Kisah Penuh Hikmah
http://virouz007.wordpress.com/
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan
pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di
sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu
menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi
pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu
menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang
serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal
kepada si ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi
membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang
sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal
hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya
katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang
kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu
kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.
9
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba
seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan
bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku
menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi
rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si
Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau
telah hilang kesabaran serta marah.”
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya
memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.
PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.
Author : PercikanIman.org
Shared : Kisah Penuh Hikmah
http://virouz007.wordpress.com/
KISAH POHON APEL
Kisah Pohon Apel
Sebagian dari kita mungkin sudah pernah membaca cerita ini tapi apa salahnya saya
muat kembali di pages ini buat saudara-saudara kita yang belum pernah membaca cerita ini
dan sebagai bahan review buat yang sudah pernah membaca. Semoga bermanfaat………
Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar.Seorang kanakkanak
lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat
pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia
beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi
tempat permainannya.
Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut. Masa berlalu… anak lelaki itu sudah
besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain
di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel
tersebut dengan wajah yang sedih.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau,” jawab remaja
itu.
“Aku mau permainan. Aku perlu uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan nada
yang sedih.
Lalu pohon apel itu berkata, “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku.
Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang
kauinginkan.”
Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel di pohon itu dan pergi dari situ.
Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih.
Masa berlalu…
Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin
membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bisakah kau menolongku?”
Tanya anak itu.
“Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kau boleh memotong dahan-dahanku
yang besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya.” Pohon apel itu memberikan cadangan.
Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong ke semua dahan pohon apel itu dan pergi
dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannya merasa sedih
karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.
33
Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya
adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan
dewasa.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku
sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai
perahu. Bolehkah kau menolongku?” Tanya lelaki itu.
“Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong
batang pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan dapat belayar dengan gembira,” kata
pohon apel itu.
Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian
pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu.
Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin di mamah usia, datang
menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu.
“Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada kau. Aku sudah
memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat
perahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati…” kata pohon apel itu dengan
nada pilu.
“Aku tidak mahu apelmu karena aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak mahu
dahanmu kerana aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mahu batang pohonmu kerana
aku tidak berupaya untuk belayar lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat,” jawab lelaki tua
itu.
“Jika begitu, istirahatlah di perduku,” kata pohon apel itu. Lalu lelaki tua itu duduk
beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangis kegembiraan.
Tahukah kamu. Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan di dalam cerita itu adalah
kedua-dua ibu bapak kita. Saat kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika
kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita
tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita di dalam kesusahan.
Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan
gembira dalam hidup. Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap
pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini
melayani ibu bapak mereka.
Hargailah jasa ibu bapak kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa
menyambut hari ibu dan hari bapak setiap tahun.
Author : PercikanIman.org
Shared By Kisah Penuh Hikmah
http://virouz007.wordpress.com/
Sebagian dari kita mungkin sudah pernah membaca cerita ini tapi apa salahnya saya
muat kembali di pages ini buat saudara-saudara kita yang belum pernah membaca cerita ini
dan sebagai bahan review buat yang sudah pernah membaca. Semoga bermanfaat………
Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar.Seorang kanakkanak
lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat
pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia
beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi
tempat permainannya.
Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut. Masa berlalu… anak lelaki itu sudah
besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain
di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel
tersebut dengan wajah yang sedih.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau,” jawab remaja
itu.
“Aku mau permainan. Aku perlu uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan nada
yang sedih.
Lalu pohon apel itu berkata, “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku.
Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang
kauinginkan.”
Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel di pohon itu dan pergi dari situ.
Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih.
Masa berlalu…
Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin
membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bisakah kau menolongku?”
Tanya anak itu.
“Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kau boleh memotong dahan-dahanku
yang besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya.” Pohon apel itu memberikan cadangan.
Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong ke semua dahan pohon apel itu dan pergi
dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannya merasa sedih
karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.
33
Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya
adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan
dewasa.
“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.
“Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku
sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai
perahu. Bolehkah kau menolongku?” Tanya lelaki itu.
“Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong
batang pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan dapat belayar dengan gembira,” kata
pohon apel itu.
Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudian
pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu.
Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin di mamah usia, datang
menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu.
“Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada kau. Aku sudah
memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat
perahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati…” kata pohon apel itu dengan
nada pilu.
“Aku tidak mahu apelmu karena aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak mahu
dahanmu kerana aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mahu batang pohonmu kerana
aku tidak berupaya untuk belayar lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat,” jawab lelaki tua
itu.
“Jika begitu, istirahatlah di perduku,” kata pohon apel itu. Lalu lelaki tua itu duduk
beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangis kegembiraan.
Tahukah kamu. Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan di dalam cerita itu adalah
kedua-dua ibu bapak kita. Saat kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika
kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita
tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita di dalam kesusahan.
Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan
gembira dalam hidup. Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap
pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini
melayani ibu bapak mereka.
Hargailah jasa ibu bapak kepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa
menyambut hari ibu dan hari bapak setiap tahun.
Author : PercikanIman.org
Shared By Kisah Penuh Hikmah
http://virouz007.wordpress.com/
CARA MENYIASATI PERKEMBANGAN ANAK?
Masa anak-anak merupakan masa paling menyenangkan karena yang ada di pikiran anak-anak hanya bermain., seiring berjalan nya waktu pikiran seorang anak akan berkembang sesuai dg apa yang ia dapatkan dari lingkungan nya., anak-anak akan belajar dari kehidupan di sekitarnya, oleh karena itu sangat berpengaruh bagaiman cara orang tua dan lingkungan mengajarkan seorang terhadap perkembangan anak tersebut kelak kemudian hari.,
jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya
(dorothy law nolie)
jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya
(dorothy law nolie)
KISAH CINTA MENGGETARKAN JIWA
Perempuan Yang Dicintai Suamiku
“Pesan” dahsyat buat para suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya…
Dan motivasi hebat buat para istri (dan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya…
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang
pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti
apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi
ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak
kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja,
itu pun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir,
memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan
berdua diluar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik
sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang
beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2
kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia
memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun
pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek
sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan di
rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya.
Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan
diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata
yang begitu cantik seperti yang dia milii. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan
penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan
kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan
mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha
bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu
mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha
yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan
untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario,
setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih
dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain,
dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku
tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
51
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku
sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga
mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan
juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya”, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil
menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak
pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak
pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi
aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah
operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak
mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika
dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa
sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis,
dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku.
Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan
ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari
itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatiku
pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting
ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya,
dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?”
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku
tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima
karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada
perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak
pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti
perasaannya.
Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku
tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk
mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta
untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah
52
mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak
pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain
dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku
terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia
bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan
seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan
untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau
mengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7
tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia
mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat
hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari
bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan
tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar
dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan
minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu
memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah
menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan
yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja,
bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada
dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya
nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia
mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah
membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah
kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu
masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
“Mario, suamiku….Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama
kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona
padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk
53
sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku
sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas
angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik
yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku
sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika
aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya
menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “kenapa, Rima? Kenapa kamu
mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang
sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu, Rima”
Di surat yang lain,
“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin
es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari
matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola
matamu saat memandang Meisha……”
Disurat yang kesekian,
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi
suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan
masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka
bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku
selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku
merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku
menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat,
karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan
menantinya……..”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…
dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau
tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan
masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude
54
Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku
hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu.
Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun
kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2
cinta mulai bersemi dihatimu ?………”
Jelita menatap Meisha, dan bercerita, “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari
jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya
kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu,
dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya.
Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil
itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar,
Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”.
Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk
merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan
email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan
selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup
karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa
beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai
mencintainya?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok
aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya,
supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi
karena dia belahan jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi,
Mario……
Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi
meninggalkan kita.………………………………………
Sumber : Botefilia
Source deryudi
Shared By Kisah Penuh Hikmah
(http://virouz007.wordpress.com/)
“Pesan” dahsyat buat para suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya…
Dan motivasi hebat buat para istri (dan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya…
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang
pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti
apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi
ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak
kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja,
itu pun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir,
memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan
berdua diluar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik
sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang
beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2
kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia
memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun
pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek
sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan di
rumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya.
Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan
diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata
yang begitu cantik seperti yang dia milii. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan
penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan
kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan
mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha
bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu
mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha
yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan
untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario,
setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih
dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain,
dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku
tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
51
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku
sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga
mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan
juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya”, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil
menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak
pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak
pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi
aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah
operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak
mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika
dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa
sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis,
dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku.
Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan
ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari
itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatiku
pun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting
ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya,
dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?”
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku
tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima
karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada
perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak
pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti
perasaannya.
Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku
tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk
mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta
untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah
52
mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak
pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain
dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku
terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia
bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan
seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan
untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau
mengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7
tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia
mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat
hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari
bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan
tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar
dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan
minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu
memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah
menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan
yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja,
bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada
dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya
nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia
mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah
membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah
kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu
masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
“Mario, suamiku….Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama
kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona
padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk
53
sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku
sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas
angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik
yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku
sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika
aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya
menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “kenapa, Rima? Kenapa kamu
mesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang
sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu, Rima”
Di surat yang lain,
“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin
es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari
matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola
matamu saat memandang Meisha……”
Disurat yang kesekian,
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi
suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan
masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka
bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku
selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku
merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku
menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat,
karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan
menantinya……..”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…
dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau
tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan
masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude
54
Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku
hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu.
Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun
kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2
cinta mulai bersemi dihatimu ?………”
Jelita menatap Meisha, dan bercerita, “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari
jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya
kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu,
dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya.
Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil
itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar,
Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”.
Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk
merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan
email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan
selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup
karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa
beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai
mencintainya?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok
aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya,
supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi
karena dia belahan jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi,
Mario……
Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi
meninggalkan kita.………………………………………
Sumber : Botefilia
Source deryudi
Shared By Kisah Penuh Hikmah
(http://virouz007.wordpress.com/)
penggalan kisah lucu nan penuh motivasi.,
penggalan kisah lucu nan penuh motivasi.,
oleh Faqih Rusydan pada 22 Februari 2012 pukul 19:31 ·
1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.
Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu." "Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah. "Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain," sahut anaknya.
Quote:
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.
2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.
Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, "Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona."
Quote:
Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.
3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!"
Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!"
Quote:
Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.
4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!"
Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur." Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya , saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."
Quote:
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.
5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"
Orang tersebut menjawab, "Saya harus mengejarnya . . ." Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"
Quote:
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!
Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.
6. Si A : "Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya."
Si B : "Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?"
Si A : "Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya."
Quote:
Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.
7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.
Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, "Babi!"
Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, "Kamu sendiri yang babi!"
Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
Quote:
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.
8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?"
Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"
"Siapa yang menemukan listrik?"
"Edison."
"Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?"
Quote:
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.
9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.
Dokter berkata, "Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana."
Ibu Toto bertanya, "Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan?"
Dokter itu menjawab, "Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu."
Quote:
Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.
10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, "plak" gembok besar itu sudah terbuka.
Quote:
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
