Powered By Blogger

Minggu, 25 Agustus 2013

Gaya Hidup yang Memicu Kemandulan

Tahukah anda gaya hidup sehari-hari sangat menentukan tingkat kesuburan seseorang?
Infertilitas merupakan masalah kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Ada beberapa kebiasaan tertentu yang bisa membuat seseorang menderita infertilitas. Seperti pemakaian laptop yang terlalu panas digunakan di pangkuan paha, dapat memicu infertilitas.
Berikut ini gaya hidup yang dapat memicu kemandulan atau infertilitas:
1) Merokok
salah satu kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan infertilitas atau kemandulan pada pria. Nikotin dan tembakau adalah dua zat yang sangat berbahaya karena dapat merusak dan mengurangi jumlah sperma apabila dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, masih banyak gangguan kesehatan yang disebabkan zat-zat yang terkandung dalam rokok.

2) Kelebihan Berat badan
Tak hanya berakibat buruk pada kesehatan secara keseluruhan, kelebihan berat badan dapat memengaruhi kesuburan juga. Obesitas memicu perubahan hormon yang tidak normal sehingga menyebabkan infertilitas atau kemandulan. Selain menyebabkan infertilitas, obesitas jua memicu banyak penyakit lainnya pada tubuh.


3) Mandi air panas/hangat
Mandi air panas/hangat memang dapat menenangkan dan membuat kita santai, namun terlalu sering mandi dengan air panas/hangat  juga berbahaya karena dapat merusak sperma, yang berujung pada kemandulan.

4) Kantungi ponsel
Mengantungi ponsel di saku celana dapat mengantarkan radiasi ponsel yang mempengaruhi testis dan ini secara bertahap dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan infertilitas.

5) Bercelana ketat
Menggunakan celana ketat dapat menyebabkan terlalu panas pada alat kelamin, dan ini dapat mempengaruhi penurunan jumlah sperma yang mengakibatkan infertilitas.

Gaya hidup di atas hanyalah beberapa faktor dari sekian banyak faktor yang dapat mengakibatkan infertilitas atau kemandulan, semoga dapat menjadi pengetahuan bagi kita untuk menjaga gaya hidup kita lebih sehat demi menjaga kesehatan kita. :-)

Sabtu, 20 Juli 2013

Ramadhan, Bulan Penuh Ibadah, Bulan Penuh Berkah



Bulan ramadhan menjadi bulan yang kedatangannya sering dirindukan oleh umat islam di seluruh dunia. Bukan hanya umat islam yang menanti, bahkan seluruh umat manusia menanti kedatangan bulan ramadhan. Dinantinya kedatangan bulan ramadhan bukan tanpa alasan, karena bulan ramadhan merupakan bulan penuh berkah bagi setiap umat manusia. Berkah yang telah dijanjikan Allah swt bagi orang-orang yang berpuasa dan menunaikan ibadah serta kebaikan di bulan ramadhan, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183-185.

Begitu banyak keberkahan yang Allah swt janjikan, salah satunya Allah swt menjanjikan di bulan ramadhan setiap amalan kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dilipatgandakan pahalanya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Telah datang kepada kalian Ramadhan bulan penuh berkah, Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa padanya, karena di dalamnya dibukakan pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu pemimpin setan, dan di dalamnya Allah memiliki 1 malam yang lebih baik dari seribu bulan”.

Di bulan ramadhan, amalan ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan berkali-kali lipat, sedangkan amalan ibadah sunnah pahalanya menjadi pahala ibadah wajib, sungguh ramadhan merupakan bulan penuh berkah untuk beribadah bagi yang menyadarinya. Semangat beribadah dengan penuh kejernihan, keikhlasan, dan kesucian jiwa menjadi faktor yang amat penting untuk selalu dihisab dan diperhitungkan. Betapa tidak, sulit membayangkan begitu banyak peristiwa monumental yang terjadi di dalam bulan ramadhan yang dapat dijadikan ladang pengumpul pahala dan penghapus dosa. Karena itu, jangan sampai kesucian di bulan ini ternodai oleh "nafsu" duniawai yang fana. Sudah saatnya di bulan ramadhan umat manusia harus meluruskan niat dan menata ibadah sebagai bekal untuk menghadap sang pencipta.

Rasulullah SAW bersabda, "Ramadhan adalah bulan sabar, dan sabar balasannya adalah surga. Ramadhan adalah bulan pertolongan dan Ramadhan adalah bulan di mana kaum muslimin ditambahkan rezekinya, (HR Ibn Huzaimah). Melalui hadis ini seolah Rasulullah memprediksi bahwa kaum muslim akan mengalami suatu pertumbuhan ekonomi dalam setiap bulan Ramadhan melebihi rata-rata bulan lainnya.

Melihat kenyataan yang ada, memang benar adanya apa yang diprediksikan Rasulullah saw dalam hadisnya diatas, dimana pada bulan ramadhan dari sisi pendapatan setiap karyawan di Indonesia baik muslim maupun non-muslim, swasta maupun pemerintah pasti akan bertambah menjadi 200 persen lebih banyak dari pendapatan bulan-bulan biasa. Pertambahan pendapatan 100 persen ini dimungkinkan dengan adanya tunjangan hari raya (THR) yang sudah menjadi kewajiban perusahaan dan instansi serta hak karyawan. Berbagai bonus pun seringkali diberikan pada bulan penuh berkah ini.

Dari segi ekonomi, peluang bisnis di bulan puasa sangat besar dan tumbuh dua kali lipat dari bulan lainnya. Berbagai bentuk usaha dan bisnis musiman di bulan ramadhan berpotensi jadi peluang untuk dapat meraup rezeki. Bukan hanya untuk umat muslim, umat non-muslim lainnya pun turut merasakan berkah Ramadhan ini. Adapun berbagai macam usaha yang menjadi berkah bagi masyarakat di bulan puasa antara lain, penjual kue kering musiman, penjual minuman dan makanan berbuka puasa, penjual sarung dan perlengkapan shalat, dan masih banyak peluang usaha lainnya yang kerap kali di banjiri keuntungan di bulan ramadhan. Banyak yang menjalankan bisnis di bulan ramadhan murni untuk mencari keuntungan di balik momen idul fitri atau hanya mencari kesibukan sambil mengais rejeki selama bulan ramadhan.

Berbanding terbalik dengan berkah ramadhan, harga barang-barang kebutuhan pokok terkadang menjelang bulan ramadhan, maupun saat ramadhan biasanya malah mengalami kenaikan seiring dengan permintaan pasar yang juga meningkat, contohnya saja harga cabai yang naik tajam mencapai Rp 54 ribu/kg atau naik 100 persen, begitu juga harga bawang merah yang mencapai Rp 58 ribu/kg atau naik 80 persen. Kenaikan harga yanh signifikan seringkali menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di bulan ramadhan. Kenaikan harga barang kebutuhan pokok seakan mencoreng keberkahan dari bulan ramadhan. (sumber referensi : http://ekonomi.teraspos.com/read/2013/07/07/54400/jelang-ramadhan-harga-bahan-pokok-naik)

Meskipun berpuasa adalah ritual keagamaan, namun implementasinya berefek sangat fenomenal, baik dari sisi psikologis, kultural, ekonomi, perilaku masyarakat dan aspek lainnya. Kehadiran bulan ramadhan telah menciptakan dampak yang berlipatganda dibandingkan bulan lainnya setiap tahunnya. Sudah seharusnya kita mengisi kedatangan ramadhan dengan persiapan yang dan mengisinya dengan ibadah yang baik agar ramadhan benar-benar terasa sebagai bulan penuh ibadah, bulan penuh berkah.

Senin, 13 Mei 2013

Lirik Inspiratif (Nugie - Lentera Jiwa)


A       F#m       E
lama sudah kumencari
D           B         E
apa yang hendak kulakukan
A       F#m       E
sgala titik kujelajahi
D           B         E
tiada satupun kumengerti
D            E
tersesatkah aku di samudra hidupmu

A       F#m        E
kata-kata yang kubaca
D           B         E
terkadang tak mudah kucerna
A        F#m          E
bunga-bunga dan rerumputan
D           B         E
bilakah kau tahu jawabnya
D            E
inikah jalanku inikah takdirku

Chorus:
A          Bm      D          E
kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
F#m   E           D E
yang slalu membunyikan cinta
A          Bm      D          E
kupercaya dan kuyakini murninya nurani
F#m   C#m        D
menjadi penunjuk jalanku
E
lentera jiwaku

Interlude: D E B D E

A          Bm      D          E
kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
F#m   E           D E
yang slalu membunyikan cinta
A          Bm      D          E
kupercaya dan kuyakini murninya nurani
F#m   C#m        D
menjadi penunjuk jalanku
E        A
lentera jiwaku

B          C#m      E          F#
kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
G#m   D#m         E F#
yang slalu membunyikan cinta
B          C#m     E          F#
kupercaya dan kuyakini murninya nurani
G#m   D#m         E
menjadi penunjuk jalanku
F#       B
lentera jiwaku

B    C#m  E  F#
lentera jiwaku
G#m  C#m  E  F#
lentera jiwaku
B          C#m     E          F#
kupercaya dan kuyakini murninya nurani
G#m   D#m         E
menjadi penunjuk jalanku
F#       B
lentera jiwaku
B
lentera jiwaku
B
lentera jiwaku
B
lentera jiwaku…

Lirik Inspiratif (Iwan Fals - Kupaksa Untuk Melangkah)

Intro:G

     G             Bm        C               D

* Ku langkahkan kakiku yang rapuh

       G           Bm     C         D

   Tinggalkan sepi kota asalku

     G   Bm             C              D

   Saat pagi buta sandang gitar usang

     G     Bm                  C       D

   Ku coba menantang keras kehidupan

     G       Bm             C            D

   Datangi rumah-rumah tak jemu

     G         Bm      C         D

   Petik tali-tali senar gitarku

     G    Bm             C                  D

   Dari tenda ke tenda warung yang terbuka

    G        Bm            C               D              G

   Lantang nyanyikan lagu oh memang kerjaku

Reff :

  Bm     C            D         G

Tak pasti jalur jalan hidup

Bm        C             D          G

Ku tunggu putaran roda nasib

 Bm     C                  D                 G

Ku coba paksakan untuk melangkah

         Bm          C            D                      G  Bm             C       D

Sementara kerikil-kerikil tajam menghadang        langkahku

  G             Bm        C               D

Ku langkahkan kakiku yang rapuh

    G           Bm     C         D

Tinggalkan sepi kota asalku

Interlude : Am D Am D Am D

                G Bm C D 4x G

         Bm          C            D                      G  Bm             C       D

Sementara kerikil-kerikil tajam menghadang        langkahku

Balik ke Reff

  G             Bm        C               D

Ku langkahkan kakiku yang rapuh

    G           Bm     C         D

Tinggalkan sepi kota asalku

  G       Bm             C            D

 Datangi rumah-rumah tak jemu

   G         Bm      C         D

 Petik tali-tali senar gitarku

Minggu, 12 Mei 2013

Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif


A. Silogisme Hipotetik
Adalah argumen yang premis mayornya proposisi hipotetik dan premis minornya proposisi kategorik, yang mengakui atau mengingkari antecedent atau konsekuen premis mayor.
Macam-macam Silogisme Hipotetik :
(1) Premis Minor mengakui bagian antecedent, contohnya :
                - jika hujan, saya naik becak
                - sekarang hujan.
                - jadi saya naik becak
(2) Premis Minor mengakui konsekuen, contohnya :
                - bila hujan, bumi akan basah.
                - sekarang bumi telah basah
                - jadi hujan telah turun
(3) Premis Minor mengingkari antecedent, contohnya :
                - jika Yutra shalat di masjid, maka Rizal shalat di masjid
                - Yutra tidak shalat di masjid, jadi Rizal tidak shalat di masjid
(4) Premis Minor meningkari konsekuen, contohnya :
                - Jika Faqih masuk kuliah, maka ia ikut ujian
                - Faqih tidak ikut ujian, jadi faqih tidak masuk kuliah.
Hukum-hukum Silogisme Hipotetik :
(1)    Bila antecedent terlaksana maka konsekuen juga terlaksana (sah=benar)
Jika Yutra menyapa Raisa, Raisa tersenyum.
Yutra menyapa Raisa.
Jadi  Raisa tersenyum.
(2)    Bila antecedent tidak terlaksana maka konsekuen tidak terlaksana (tidak sah=salah)
Jika Yutra bersedih, Raisa menangis.
Yutra gembira,
Jadi Raisa tertawa.
(3)    Bila konsekuen terlaksana maka antecedent terlaksana (tidak sah=salah)
Jika Yutra tertawa maka Raisa gembira
Raisa gembira
Yutra tertawa
(4)    Bila konsekuen tidak terlaksana maka antecedent tidak terlaksana (sah=benar)
Jika Yutra tertawa maka Raisa gembira
Raisa celaka
Yutra kecewa
 B. SILOGISME DISYUNGTIF
Adalah argumen yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya keputusan kategorika, yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif dari premis mayor.
Silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme dalam arti luas.                      
1)  Silogisme disyungtif dalam arti sempit yang premis mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, contohnya :
Wati lulus atau tidak lulus
Ternyata Wati lulus,
jadi Wati bukan tidak lulus. 
2)  Silogisme disyungtif dalam arti sempit yang premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, contohnya :
Rachma di rumah atau di pasar.
Ternyata Rachma tidak di rumah.
Jadi Rachma di pasar. 
Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun dalam arti luas mempunyai dua tipe, yaitu : 
1)      Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, kesimpulannya mengakui alternatif yang lain, contohnya :
Yutra berada di kampus atau di kosan.
Ternyata Yutra tidak berada di luar.
Jadi ia berada di kosan.
                Yutra berada di kampus atau di kosan.
                Ternyata Yutra tidak berada di kosan.
Jadi Yutra berada di kampus. 
2)      Premis minornya mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya mengingkari alternatif yang lain, contohnya :
Inda di masjid atau di rumah.
Inda berada di masjid.
Jadi Inda tidak berada di rumah.
                Inda di masjid atau di rumah.
                Inda berada di rumah.
                Jadi Inda tidak berada di masjid. 
C. Dilema
Adalah argumentasi campuran antara silogisme hipotetik dan silogisme disyungtif. Premis mayornya terdiri dari dua proposisi hipotetik dan premis minornya satu proposisi disyungtif. Kesimpulan dapat berupa proposisi disyungtif, bisa juga proposisi kategorika. 
Contoh dilema yang kesimpulannya proposisi disyungtif :
Jika anda pergi ke ragunan, maka anda melihat macan,, jika anda ke taman safari, anda melihat buaya.
Anda pergi melihat macan atau pergi melihat buaya.
Melihat macan ataupun buaya anda akan tetap pergi. 
Contoh dilema yang kesimpulannya proposisi katerogika :
 Apabila Yutra bergerak ke kiri, maka ia akan tertabrak motor. Sedangkan bila Yutra bergerak ke kanan, maka ia akan tertabrak bajaj. Yutra mungkin tertabrak motor atau bajaj. Jadi Yutra tetap harus bergerak. 
Cara mengatasi Dilema
1)      Meneliti kausalitas premis mayor (kausalitas benar)
2)      Meneliti alternatif yang dikemukakan (alternatif benar)
3)      Kontra dilema (lawan)
4)      Memilih alternatif yang paling ringan

Rabu, 09 Januari 2013

Thank You 2012, Welcome 2013 [Faqih Rusydan]

Judul    : Mewujudkan Impian Besar dimulai dengan melakukan hal paling sederhana, paling dekat, dan dari prestasi terkecil...


Cerita   : 
Saya adalah seorang anak remaja yang menuju dewasa yang terlahir dari keluarga sederhana yang memiliki banyak impian luar biasa. Di Tahun 2012 ada banyak impian yang saya tuliskan tidak hanya di selembar kertas atau di dalam buku, tetapi juga saya tuliskan di dalam alam bawah sadar saya, dengan memunculkan impian tersebut di dalam tidur saya dan di dalam setiap doa saya kepada Tuhan.

Dengan menuliskan impian tersebut di dalam diri saya, perlahan tapi pasti impian tersebut menjadi kenyataan seiring dengan usaha yang dilakukan dan doa yang dipanjatkan. Di awal tahun seperti biasa saya selalu menuliskan resolusi impian yang ingin saya wujudkan di sepanjang tahun tersebut. Ketika itu setahun yang lalu, tepatnya di awal bulan januari 2012 saya menuliskan resolusi impian-impian saya yang ingin saya wujudkan di sepanjang tahun 2012. Karena saat itu saya masih semester 1 sebagai mahasiswa di fakultas hukum universitas padjadjaran, maka resolusi pertama yang saya tuliskan saat itu adalah mendapatkan IP diatas 3,30. Saat saya menuliskan resolusi tersebut saya sedang masa-masa UAS (Ujian Akhir Semester), maka resolusi tersebut saya rasa sebagai resolusi terdekat. Maka saya maksimalkan untuk berusaha mewujudkan resolusi saya dengan melakukan apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkan itu. Alhamdulillah, ketika saya mengecheck nilai IP semester 1 terlihat angka 3,47 artinya impian terdekat saya menjadi kenyataan.

Selanjutnya saya menuliskan di dalam resolusi saya, di tahun 2012 saya ingin menjadi ketua acara (PO) di kampus saya, saya juga ingin masuk kepengurusan BEM fakulas, saya ingin mendapatkan beasiswa untuk apresiasi terhadap prestasi yang saya hasilkan, saya ingin menjuarai lomba/kompetisi menulis tingkat nasional, saya ingin IP saya di semester 2 lebih tinggi dari IP saya di semester 1, dan saya ingin mendaki puncak gunung. Dengan usaha dan doa yang saya lakukan, alhamdulillah impian tersebut telah terwujudkan. Di bulan Maret 2012 saya menjadi ketua (PO) di acara bakti sosial yang diadakan oleh BEM fakultas. Di Bulan Mei 2012 saya diterima menjadi pengurus BEM Fakultas. Di Bulan Juni saya mendapatkan beasiswa PPSDMS Nurul Fikri berupa uang saku bulanan, pembinaan dan fasilitas asrama selama 2 tahun. Di Bulan Juli, semester 2 saya mendapatkan IP 3,71. Di Bulan yang sama, saya liburan mendaki gunung tangkuban perahu di Jawa Barat. Di Bulan Agustus, saya kembali dipercaya menjadi ketua (PO) di acara organisasi di kampus. Di Bulan September saya kembali berkesempatan mendaki gunung, kali ini gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai. Di Bulan Oktober saya mengajukan satu beasiswa lagi, dan sebulan kemudian saya diumumkan mendapatkan beasiswa tersebut, berupa uang saku bulanan sampai saya lulus kuliah S1. Bulan November saya mengikuti lomba/kompetisi tingkat nasional, dan di Bulan Desember saya diumumkan sebagai juara lomba tersebut.

Di tahun 2013, resolusi saya adalah mempertahankan IP di atas 3,50 di semester 3, mendapatkan IP 4,00 di semester berikutnya, menjadi delegasi universitas dalam lomba/kompetisi tingkat nasional serta confrence tingkat international, mengunjungi negara-negara di ASEAN, mengunjungi salah satu negara di benua Eropa dan benua Amerika, dan membuat sebuah buku/novel yang diterbitkan dan laris di pasaran.

Mungkin paparan resolusi dan kenyataan tersebut hanyalah impian kecil saya, karena banyak impian lain yang lebih besar yang mungkin terkesan kecil dan sederhana, seperti impian saya yang selalu ingin  membahagiakan dan memberikan yang terbaik untuk keluarga saya, kapanpun dan dimanapun saya berada. Impian saya yang ingin selalu bersahabat dengan orang-orang dan lingkungan di sekitar saya, impian saya yang ingin selalu memberikan yang terbaik bagi sahabat dan teman-teman saya, dan impian saya yang ingin selalu berbagi kepada orang lain. Karena menurut saya, impian besar berawal dari impian kecil yang paling sederhana dan paling dekat dengan sekitar kita. Kelak saya yakin impian saya akan sepenuhnya menjadi kenyataan, termasuk impian saya untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik dan lebih bermartabat, serta selalu mendapatkan dan berbagi kebaikan dari pencipta alam semesta.  amiiin...,,
Itulah sekilas cerita tentang kenyataan dan harapanku, bagaimana dengan ceritamu, kawan?

"Bukune: http://bukune.com
GagasMedia: http://gagasmedia.net
Gammara Leather: http://gammaraleather.com"

Kamis, 13 Desember 2012

Belajar dari Kisah Seorang Anak dan Seekor Burung Gagak

Pada suatu petang, seorang ayah bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman rumah sambil memperhatikan suasana disekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting sebuah pohon dekat tempat mereka berbincang-bincang. kemudian sang ayah menudingkan jari ke arah gagak sambil bertanya “Nak, apakah benda itu?” “burung gagak, Yah”, jawab si anak. Sang ayah mengangguk-angguk, tetapi kemudian beliau mengulang pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi sehingga berkata dengan sedikit kuat, “itu burung gagak, Ayah!”. Tetapi kemudian sang ayah bertanya lagi soal yang sama. Si anak merasa agak bingung dan sedikit bkesal dengan pertanyaan yang sama dari sang ayah yang diulang-ulang, lalu si anak menjawab dengan lebih kuat , “ITU BURUNG GAGAK, AYAH!!”. sang ayah terdiam seketika. Namun, tidak lama kemudian sang ayah sekali lagi mengajukan pertanyaan yang samahingga membuat si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada sang  ayah, “itu gagak, Ayah………”. agak terkejutlah si anak karena si ayah terlihat hendak sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya soal yang sama, dan kali ini si anak benar-benar hilang kesabaran dan menjadi marah. “Ayah! saya tak tahu maksud ayah apa, tetapi sudah lima kali ayah bertanya mengenai hal tersebut dan saya juga sudah memberikan jawabannya. jawaban apa yang ayah inginkan?” “itu burung gagak, burung ga..ga..gak ayah….”, kata si anak dengan nada yang begitu marah. Sang ayah beranjak menuju ke dalam rumah, meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian, sang ayah keluar dengan sesuatu di tangannya. dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan kesal, diterimalah oleh si anak, sebuah buku diary yang sudah lama. “Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diary itu,” pinta sang ayah. Si anak membaca kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf, halaman demi halaman, hingga pada salah satu halaman, terdapat paragraf yang isi kalimatnya bertuliskan,“hari ini aku berada di halaman, menikmati suasana sore hari bersama anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran, anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “Ayah, apa itu?”, dan aku menjawab, “itu burung gagak, Nak”. Namun, anakku terus bertanya soal yang sama dan setiap kali ia bertanya demikian aku menjawabnya dengan kalimat yang sama. sebanyak 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangku padanya, aku terus menjawab dengan lembut dan tulus untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. aku berharap, itu menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku”.
Setelah selesai membaca paragraf tersebut, si anak mengangkat muka memandang wajah sang ayah yang terlihat sayu. Dengan perlahan, berkatalah sang ayah, “hari ini, Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah kehilangan kesabaran dan marah, padahal dahulu kamu bertanya pertanyaan yang sama sebanyak 5x lebih banyak dari yang ayah tanyakan. Saat itu ayah selalu menjawab pertanyaanmu dengan lembut, sabar dan tulus. Namun, hari ini baru lima kali aku bertanya kepadamu, tapi kamu sudah kesal dan marah pada ayah”. Meneteslah air mata sang ayah sambil berkata lagi, "Ayah telah gagal merawat dan mendidikmu, Nak. Ayah mengajarkanmu banyak hal dari kamu kecil, menyekolahkanmu hingga kamu lulus kuliah dan menjadi seorang sarjana, dan kini kamu telah sukses membangun kariermu di pekerjaan, tapi semua itu sia-sia, Nak, ketika etika, akhlak, dan moral kamu tidak setinggi pendidikan yang telah kamu tempuh dan tidak sebagus kariermu di pekerjaan. semua itu sia-sia, Nak, maafkan ayah telah gagal mendidik kamu, Nak."
Mendengar perkataan sang ayah, menangislah si anak tersebut, air matanya deras mengalir, lalu ia mendekati sang ayah dan memeluk sang ayah sambil berkata, "maafkan aku, Yah. Aku tak bermaksud membentak dan marah pada ayah, maafkan kau karena aku tak mampu menahan emosiku hingga aku membentak ayah. maafkan aku karena aku belum bisa menjadi anak yang baik bagi ayah. Aku janji akan berusaha untuk menjadi seorang anak yang baik dan lebih baik lagi".
Mendengar perkataan si anak, sang ayah pun tersenyum dan merasa lega karena kini anaknya telah sadar bahwa pendidikan tinggi bukanlah satunya-satunya jaminan untuk kehidupan yang baik, perlu juga etika, akhlak, dan moral yang baik untuk meraih kehidupan yang baik.
PESAN: Jagalah hati dan perasaan orang lain, terutama kedua orang tuamu, hormatilah mereka. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.
Untuk meraih kehidupan yang baik, tidak cukup hanya meraih kesuksesan dalam hal pendidikan akademik yang tinggi, gelar sarjana maupun gelar doktor, pekerjaan yang mapan, semua itu sia-sia dan kita tidak akan meraih kehidupan yang baik jika etika, akhlak, dan moral kita belum/tidak baik...
kebaikan hidup ada pada kebahagiaan dan ketulusan dalam menjalani kehidupan, latihlah diri kita untuk berperilaku, beretika, berakhlak, dan bermoral baik agar hati kita baik, dan hidup kita pun akan baik. Insya Allah...  :-)

Belajar Memahami kehidupan dari kisah si Tukang Kayu

Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya, namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa. Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati.
Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan.
Inilah refleksi hidup kita! Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana.
Sebab
kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini.  :-)

TV dari masa ke masa

Pada masa awal perkembangannya, televisi menggunakan gabungan teknologi optik, mekanik, dan elektronik untuk merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada akhir 1920-an, sistem pertelevisian yang hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja telah dikembangkan, dimana semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini. Walaupun sistem mekanik akhirnya tidak lagi digunakan, pengetahuan yang didapat dari pengembangan sistem elektromekanis sangatlah penting dalam pengembangan sistem televisi elektronik penuh.

Gambar pertama yang berhasil dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik sederhana, (seperti pantelegraf) yang dikembangkan pada akhir abad ke-19. Konsep pengiriman gambar bergerak yang menggunakan daya elektrik pertama kali diuraikan pada 1878 sebagai "teleponoskop" (konsep gabungan telepon dan gambar bergerak), tidak lama setelah penemuan telepon. Pada saat itu, para penulis fiksi ilmiah telah membayangkan bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan melalui medium kabel, seperti halnya suara.

Ide untuk menggunakan sistem pemindaian gambar untuk mengirim gambar pertama kali dipraktikkan pada 1881 menggunakan pantelegraf, yaitu menggunakan mekanisme pemindaian pendulum. Semenjak itu, berbagai teknik pemindaian gambar telah digunakan di hampir setiap teknologi pengiriman gambar, termasuk televisi. Inilah konsep yang bernama "perasteran", yaitu proses merubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.

Pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow, sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. Setiap lubang cakram diposisikan dengan selisih sudut yang sama agar dalam setiap putarannya cakram tersebut dapat meneruskan cahaya melalui setiap lubang hingga mengenai lapisan selenium peka cahaya yang menghasilkan denyut elektrik. Seiring dengan peletakan posisi gambar yang difokuskan dipusat cakram, setiap lubang akan memindai setiap "iris" horizontal dari keseluruhan gambar. Alat buatan Nipkow ini tidak benar-benar dapat dipraktekkan hingga adanya kemajuan dalam teknologi tabung penguat. Namun, alat tersebut hanya dapat memancarkan gambar "halftone" — dikarenakan lubang dengan posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda — melalui kabel telegraf atau telepon.

Rancangan selanjutnya adalah menggunakan pemindai mirror-drum berputar sebagai perekam gambar dan tabung sinar katode (CRT) sebagai perangkat tampilan. Pada 1907, seorang ilmuwan Rusia, Boris Rosing, menjadi penemu pertama yang menggunakan CRT dalam perangkat penerima dari sistem televisi eksperimental. Dia menggunakan pemindai "mirror-drum" untuk mengirim gambar geometrik sederhana ke CRT. Namun, untuk merekam gambar bergerak masih tidak dapat dilakukan, karena kepekaan detektor selenium yang rendah.

Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925,diikuti gambar bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa dengan spiral ganda. Demonstrasi oleh Baird ini telah disetujui secara umum oleh dunia sebagai demonstrasi televisi pertama, sekalipun televisi mekanik tidak lagi digunakan. Pada tahun 1927, Baird juga menemukan sistem rekaman video pertama di dunia, yaitu "Phonovision", yaitu dengan memodulasi sinyal output kamera TV-nya ke dalam kisaran jangkauan audio, dia dapat merekam sinyal tersebut pada cakram audio 10 inci (25 cm) dengan menggunakan teknologi rekaman audio biasa. Hanya sedikit rekaman "Phonovision" Baird yang masih ada dan rekaman-rekaman yang masih bertahan tersebut kemudian diterjemahkan dan diproses menjadi gambar yang dapat dilihat pada 1990-an menggunakan teknologi pemrosesan-sinyal digital.

Pada 1926, seorang insinyur Hungaria, Kálmán Tihanyi, merancang sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan yang sepenuhnya elektronik, dan menggunakan prinsip "penyimpanan isi" di dalam tabung pemindai (atau "kamera").
Pada 1927, seorang penemu Rusia, Léon Theremin, mengembangkan sistem televisi dengan mirror-drum yang menggunakan sistem "video terjalin" untuk menghasilkan resolusi gambar 100 baris.

Pada tahun yang sama, Herbert E. Ives dari Bell Labs berhasil mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City, dan juga melalui gelombang radio dari Whippany, New Jersey.[12] Ives menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek rekamannya termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat itu, Herbert Hoover.

Pada tahun yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup, dimana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers pada 1 September 1928.

Pada tahun 1936, untuk pertama kalinya olimpiade Berlin disiarkan ke stasiun televisi di Berlin dan Leipzig di mana masyarakat umum dapat menyaksikan setiap perlombaan langsung.Pada masa awal televisi, kotak televisi elektromekanik mulai secara komersial dijual dari tahun 1928 hingga 1934 di Inggris,[16] Amerika Serikat, dan Rusia.
Penggunaan TV di Amerika Serikat meningkat kembali pasca Perang Dunia II setelah produksi TV diizinkan kembali pada Agustus 1945. Pasca perang, jumlah pemilik TV di Amerika meningkat sekitar 0,5% pada tahun 1946, lalu naik 55,7% pada tahun 1954, dan naik sampai 90% pada tahun 1962.[29] Di Britania, jumlah pemilik TV meningkat dari 15.000 pada tahun 1947, lalu 1,4 juta pada tahun 1952, hingga 15,1 juta pada tahun 1968.

 Dan kini, TV sudah menjadi sebuah komoditi elektronik yang sangat diminati dan luar biasa pengaruhnya bagi dunia.

Begitulah sekilas perkembangan TV dari masa ke masa

TV sebagai Sumber Informasi Dunia

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele ("jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”

Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)

Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.

Perkembangan teknologi yang semakin maju tidak membuat berkurangnya fungsi dan peranan Televisi sebagai sumber informasi dunia. Bahkan Televisi kini tak hanya sebagai sumber informasi, tapi juga sebagai sumber komunikasi, hiburan, periklanan, dan perfilman.

Wanita Berbicara dengan Rasa, Pria Berbicara dengan Logika

Wanita adalah sebutan bagi perempuan yang telah dewasa atau baligh. Wanita merupakan mahluk Tuhan yang diciptakan dengan perasaan yang lebih peka daripada perasaan pria. Kepekaan perasaan wanita dapat menjadi emosi yang bisa jadi menentukan kondisi dan situasinya hatinya. Misalnya, ketika seorang wanita sedang sedih, ia akan sulit mengontrolnya dan dapat mengalirkan banyak air mata dengan terisak-isak, ia akan terbawa mengikuti emosinya sehingga sulit mengontrol perasaannya, inilah yang menjadi kelemahan wanita, yaitu lebih mengedepankan perasaan daripada akalnya sehingga lebih sulit baginya mengontrol emosinya sendiri. Tetapi jika wanita bersedih namun tidak ada air mata yang terlihat menetes dari matanya, sesungguhnya kesedihannya terlihat jelas di dalam hatinya, dan itu dapat tergambar lewat situasi atau suasana hatinya saat itu.
Fakta lain yang membuktikan bahwa wanita lebih sering berbicara dengan perasaannya, yaitu lebih mudah bagi seorang wanita membuat puisi dibandingkan seorang pria membuat puisi, hal itu karena wanita lebih mudah mengungkapkan perasaannya sendiri, dibandingkan seorang pria mengungkapkan perasaannya. Itulah sebabnya kenapa wanita lebih mudah dan sering menceritakan curahan hatinya dibandingkan pria yang lebih enggan untuk menceritakan curahan hatinya.
kalau wanita lebih dominan berbicara dengan perasaan, maka berbeda dengan pria, seorang pria biasanya lebih dominan berbicara berdasarkan akalnya / logikanya. Hal itu dapat tercemin dari bagaimana seorang pria biasanya menebak perasaan wanita yang sedang disukainya melalui raut wajah atau ekspresinya badannya, misalnya ketika wanita yang disukainya sedang tersenyum maka dengan mudah seorang pria akan menyimpulkan bahwa wanita itu sedang bahagia, karena melihat raut wajahnya yang sedang tersenyum maka logikanya wanita tersebut sedang senang, padahal belum tentu ketika raut wajah seorang wanita sedang tersenyum perasaannya sedang bahagia, bisa jadi justru sebaliknya, ketika memperlihatkan raut waja tersenyum bisa saja ia sedang sedih. Itulah kenapa banyak pria mengatakan bahwa wanita mahluk yang misterius, sulit ditebak apa yang sedang dirasakan dan dipikirkannya, karena wanita lebih banyak mengungkapkannya dengan rasa, sedangkan pria mengungkapkannya dengan logikanya.
sebagai penutup, ada sebait ungkapan dan peribahasa yang mungkin sedikit menggambarkan opini saya,
"jika seorang wanita ditatap tajam matanya oleh seorang pria yang dicintainya, maka akan cair perasaannya seperti coklat, namun apabila seorang wanita ditebak pikiran dan perasaannya dari raut wajahnya maka akan merah hatinya seperti tertusuk panah."
karena raut wajah wanita tidak menunjukkan apa yang ada di hatinya.
seperti kata peribahasa,
"dalamnya lautan masih dapat diukur, tapi dalamnya hati wanita siapa yang tahu."

Belajar Berbagi dan Memberi dari Wanita Berhati Peri

Hari itu adalah hari yang panas di Ramadhan. Aku sedang berjalan ketika tiba-tiba mataku tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk terpaku di sudut sebuah toko di dekat pasar. Wanita itu terlihat sangat letih, nampak sekali dari wajahnya yang terlihat pucat saat disinari terik matahari menjelang sore hari. Keringatnya mengalir deras di pipinya yang sudah mulai banyak kerutan karena usianya yang tak lagi muda. Tangannya gemetar sambil memegang gendongan yang diayun-ayunkannya sedari tadi. Melihat hal itu membuat hati dan kakiku bergetar, perasaan sedih menyelimuti jiwaku seiring dengan jejak langkahku saat menghampiri wanita itu.
Sebelum menghampiri wanita itu, kusempatkan untuk membeli sebotol air minum mineral di warung dekat toko tempat wanita itu duduk terpaku.
"Ibu, silahkan diminum air minum ini Bu!", kataku sambil memberikan air minum yang baru saja kubeli.
"Terima kasih Nak, tapi Ibu sedang Puasa, Nak", jawab wanita itu sembari terus mengayun-ayunkan gendongan yang dipegangnya sejak tadi.
Hatiku semakin bergetar mendengar jawaban wanita itu, begitu kuat pendiriannya untuk tetap melanjutkan berpuasa meskipun dari wajahnya yang pucat tersirat keletihan.
"Subhanallah, maaf, tapi Ibu terlihat sangat keletihan sekali", ucapku singkat.
"Ibu gapapa kok Nak, tapi kalau boleh air minum itu untuk anak ibu saja ya", pinta wanita itu sembari menunjukkan gendongan yang dipegangnya sejak tadi.
"ya Allah, jadi di dalam gendongan itu ada anak Ibu?", tanyaku di sela rasa kagetku.
"Iya Nak, boleh air minum itu untuk anak ibu, Nak?" tanya wanita itu.
"Oh Tentu Bu, silahkan ini air minumnya", kataku sembari memberikan air minum tersebut.
Singkat cerita, setelah memberi air minum pada anaknya, aku dan wanita itu berdialog sejenak sebelum aku mengajak Ibu tersebut ke sebuah warung nasi. Aku membeli 2 bungkus nasi dan kuberikan kepada wanita itu untuk bekal beliau berbuka puasa nanti.
"Terima kasih Nak, semoga Allah membalas kebaikanmu Nak", kata Ibu itu.
"Amiin ya Rabb, sama-sama Ibu, semoga Allah juga menjaga dan menguatkan keistiqomahan Ibu", kataku sembari tersenyum lalu berpamit pergi kepada Ibu itu.
Setelah berpamit pergi, aku pun melanjutkan langkahku meninggalkan Ibu itu, tapi kembali hatiku bergetar saat aku hendak naik angkot, kulihat Ibu itu memberikan sebungkus nasi yang dipegangnya kepada seorang laki-laki tua yang sedang mengemis di pinggir jalan. Melihat apa yang telah dilakukan Ibu itu membuat hatiku semakin tersentuh dan semakin berkeinginan untuk terus berbagi.

*note : Banyak pelajaran yang aku dapat dari kejadian ini, diantaranya keistiqomahan seorang wanita yang sedang menjalankan ibadah puasa, besarnya kasih sayang seorang wanita kepada anaknya, dan kepedulian seorang wanita untuk memberi kepada orang lain yang membutuhkan meskipun ia juga membutuhkannya.

Selasa, 11 Desember 2012

Indosat super 3G+, berinternet dengan kecepatan tinggi, Indosat unjuk gigi lagi

Indosat super 3G+
"Wow, Luar Biasa, sangat cepat, Bro", itulah kata-kata yang spontan keluar dari mulutku ketika aku pertama mencoba menggunakan indosat super 3G+.
Perjodohanku dengan Indosat super 3G+ dimulai ketika aku kesulitan mencari paket internetan yang murah tapi kecepatan tinggi, hingga akhirnya aku mendapat rekomendasi dari temanku untuk menggunakan paket internetan super 3G+ dari indosat. Biasanya, sebelum memilih paket internetan yang akan aku gunakan, terlebih dahulu aku mencari tahu kelebihan dan kekurangan paket internetan tersebut secara rinci. Oleh karena itu, aku pun meminta temanku untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari paket Internetan Indosat super 3G+.
Aku tercengang saat temanku menjelaskan kelebihan dan kekurangan paket Indosat super 3G+, yang ternyata sangat banyak kelebihannya, dan sebaliknya sangat sedikit kekurangannya, bahkan hampir tidak ada yang merugikanku sebagai pengguna. Untuk bukti lebih jelasnya kujelaskan kelebihan dan kekurangan dari paket indosat super 3G+, yang diantaranya:
Kelebihan dan kekurangan paket kuota :
1. Kita dapat menikmati cepatnya internetan dengan Indosat Super 3G+ hingga 7.2 Mbps.
2. Paket harian, hanya dengan tarif Rp. 2000,- dapat menikmati internetan dengan kecepatan 3,6 Mbps dengan total kuota 30 MB
3. Paket mingguan, hanya dengan tarif Rp. 10000,- dapat menikmati kecepatan berinternet 3,6 Mbps dengan total kuota 225 MB
4. Pada paket Bulanan lebih menarik lagi, karena banyak variasi di paket Bulanan Indosat super 3G+. Paket Bulanan yang pertama, hanya dengan tarif Rp. 25000,- kita dapat menikmati internetan dengan kecepatan 3,6 Mbps dengan total kuota hingga 2 GB. Paket Bulanan yang kedua hanya dengan tarif Rp. 50000,- kita sudah dapat menikmati internetan dengan kecepatan hingga 7,2 Mbps dengan kuota 2,7 GB. Paket Bulanan yang ketiga, hanya dengan tarif Rp. 100000,- kita sudah dapat menikmati internetan dengan kecepatan 7,2 Mbps dengan kuota 4 GB. dan untuk paket Bulanan yang terakhir, cukup hanya dengan tarif Rp. 200000,- kita sudah dapat menikmati internetan dengan kecepatan 7,2 Mbps dengan kuota 7,5 GB.
Sangat Menarik bukan?
Tapi masih ada yang lebih menarik lagi, yaitu paket unlimited dari indosat super 3G+. Pada paket indosat super 3G+ unlimited, kita dapat menikmati internetan sepuasnya hanya dengan tarif Rp. 5000 (harian), Rp. 25000 (mingguan), dan bulanan dengan tarif Rp. 50000 dan Rp. 100000. Yang paling menarik dari paket unlimited indosat super 3G+ adalah adanya promo bagi pelanggan Indosat Super 3G+ juga dapat menikmati akses internet unlimited melalui jaringan Wi-Fi secara GRATIS.
Bagaimana menurut kalian paket internetan yang ditawarkan indosat super 3G+? luar biasa bukan? so, tunggu apalagi, segera registrasikan kartu indosat anda untuk berlangganan paket internetan indosat super 3G+, caranya gampang kok, cukup tekan *123*4*1# di perangkat Anda atau SMS ke 363.
Selamat menikmati akses internet super cepat dengan indosat super 3G+.
Terima kasih Indosat. :)

Senin, 26 November 2012

Syairku untuk menerangi dunia

Malam telah berlalu, tetapi kisahku masih saja belum berakhir
malam dan kegelapan dunia ini secepat kilat berlalu
bulan dan bintang tak lelah bersinar untuk dunia
tetapi cahaya dari kata-kata bersinar lebih terang setiap saat.,

seperti cahaya kata-kata rasulullah yang masih menerangi dunia
perilakunya menjadi mutiara bagi umat manusia
cahaya dan mutiara yang senantiasa penuh makna
dan semua itu tetap menjadi cahaya dunia sampai akhir masa.,


Dari syair sederhana diatas, aku ingin berbagi cerita, bahwa hampir setiap hari ketika tengah malam hingga menjelang waktu subuh (sepertiga malam terakhir) aku selalu merenungi diriku. Merenungi apa saja yang telah aku lakukan, aku katakan, dan aku rasakan selama sehari berlalu.

Gelapnya dan heningnya selalu aku rasakan sangat cepat berlalu, seakan setiap malamnya tak cukup waktu bagiku untuk mencurahkan seluruh yang aku alami dan aku rasakan. Namun, itu tak masalah bagiku, karena aku tau Allah swt Maha Tau, cukup dengan mengingat-Nya aku merasa telah mencurahkan semuanya kepada-Nya.

Ketika aku sedang merenungi di malam hari, aku berpikir, kenapa Allah menciptakan malam dengan kegelapan dan keheneningan, namun di setiap kegelapan malam selalu ada sehamparan sinar-sinar terang dari bulan dan bintang yang menerangi kegelapan malam.

Suatu ketika aku menemukan jawabannya ketika aku sedang mencurahkan apa yang kualami di hari itu. salah satu kejadian yang aku alami hari itu adalah di pagi hari aku membaca berita pada surat kabar yang isi beritanya mengenai kasus korupsi yang melanda Indonesia. ketika aku membaca berita itu perih rasannya, aku merasa dunia ini sangat gelap karena penuh dengan kemaksiatan dan keingkaran. 

Di hari yang sama, pada siang harinya aku menyaksikan seorang pemuda yang memberikan sebungkus nasi untuk pengemis yang menghampirinya ketika selepas ia membeli sebungkus nasi di warung tegal (Warteg). Menyaksikan itu rasanya senang sekali hatiku, aku merasa dunia sangat terang kala itu. Saat itu aku menemukan jawaban versiku dari pertanyaanku mengenai teka-teki mengapa Allah menciptakan bulan dan bintang untuk menyinari kegelapan malam. Pandanganku, bulan dan bintang di malam hari seakan menggambarkan kehidupan kita di dunia. 

Kehidupan dunia layaknya perputaran siang hari dan malam hari, ketika siang hari sinar matahari membuat dunia sangat terang, dan ketika malam hari bulan dan bintang membuat sehampar sinar terang dibalik kegelapan, begitu pula dengan kehidupan manusia, ketika menyaksikan kemaksiatan terjadi maka dunia terasa sangat gelap seperti malam hari, namun ketika menyaksikan kebaikan maka dunia terasa sangat terang di siang hari. 

Dan kebaikan adalah matahari yang menyinari dunia secara penuh, kebaikan juga menjadi bulan dan bintang yang menyinari dunia kala kejahatan menggelapkan dunia ini. Dan sesungguhnya Rasulullah adalah contoh paling baik untuk kita menanamkan kebaikan di dunia ini agar kita dapat menjadi sinar-sinar yang menerangi dunia, seperti kata-kata dan perbuatan Rasulullah yang selalu menerangi dunia hingga akhir masa.,

Semoga ada pelajaran, hikmah, dan berkah dibalik tulisan ini.,


by: faqih rusydan