Powered By Blogger

Kamis, 13 Desember 2012

TV dari masa ke masa

Pada masa awal perkembangannya, televisi menggunakan gabungan teknologi optik, mekanik, dan elektronik untuk merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada akhir 1920-an, sistem pertelevisian yang hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja telah dikembangkan, dimana semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini. Walaupun sistem mekanik akhirnya tidak lagi digunakan, pengetahuan yang didapat dari pengembangan sistem elektromekanis sangatlah penting dalam pengembangan sistem televisi elektronik penuh.

Gambar pertama yang berhasil dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik sederhana, (seperti pantelegraf) yang dikembangkan pada akhir abad ke-19. Konsep pengiriman gambar bergerak yang menggunakan daya elektrik pertama kali diuraikan pada 1878 sebagai "teleponoskop" (konsep gabungan telepon dan gambar bergerak), tidak lama setelah penemuan telepon. Pada saat itu, para penulis fiksi ilmiah telah membayangkan bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan melalui medium kabel, seperti halnya suara.

Ide untuk menggunakan sistem pemindaian gambar untuk mengirim gambar pertama kali dipraktikkan pada 1881 menggunakan pantelegraf, yaitu menggunakan mekanisme pemindaian pendulum. Semenjak itu, berbagai teknik pemindaian gambar telah digunakan di hampir setiap teknologi pengiriman gambar, termasuk televisi. Inilah konsep yang bernama "perasteran", yaitu proses merubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.

Pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow, sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. Setiap lubang cakram diposisikan dengan selisih sudut yang sama agar dalam setiap putarannya cakram tersebut dapat meneruskan cahaya melalui setiap lubang hingga mengenai lapisan selenium peka cahaya yang menghasilkan denyut elektrik. Seiring dengan peletakan posisi gambar yang difokuskan dipusat cakram, setiap lubang akan memindai setiap "iris" horizontal dari keseluruhan gambar. Alat buatan Nipkow ini tidak benar-benar dapat dipraktekkan hingga adanya kemajuan dalam teknologi tabung penguat. Namun, alat tersebut hanya dapat memancarkan gambar "halftone" — dikarenakan lubang dengan posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda — melalui kabel telegraf atau telepon.

Rancangan selanjutnya adalah menggunakan pemindai mirror-drum berputar sebagai perekam gambar dan tabung sinar katode (CRT) sebagai perangkat tampilan. Pada 1907, seorang ilmuwan Rusia, Boris Rosing, menjadi penemu pertama yang menggunakan CRT dalam perangkat penerima dari sistem televisi eksperimental. Dia menggunakan pemindai "mirror-drum" untuk mengirim gambar geometrik sederhana ke CRT. Namun, untuk merekam gambar bergerak masih tidak dapat dilakukan, karena kepekaan detektor selenium yang rendah.

Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925,diikuti gambar bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa dengan spiral ganda. Demonstrasi oleh Baird ini telah disetujui secara umum oleh dunia sebagai demonstrasi televisi pertama, sekalipun televisi mekanik tidak lagi digunakan. Pada tahun 1927, Baird juga menemukan sistem rekaman video pertama di dunia, yaitu "Phonovision", yaitu dengan memodulasi sinyal output kamera TV-nya ke dalam kisaran jangkauan audio, dia dapat merekam sinyal tersebut pada cakram audio 10 inci (25 cm) dengan menggunakan teknologi rekaman audio biasa. Hanya sedikit rekaman "Phonovision" Baird yang masih ada dan rekaman-rekaman yang masih bertahan tersebut kemudian diterjemahkan dan diproses menjadi gambar yang dapat dilihat pada 1990-an menggunakan teknologi pemrosesan-sinyal digital.

Pada 1926, seorang insinyur Hungaria, Kálmán Tihanyi, merancang sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan yang sepenuhnya elektronik, dan menggunakan prinsip "penyimpanan isi" di dalam tabung pemindai (atau "kamera").
Pada 1927, seorang penemu Rusia, Léon Theremin, mengembangkan sistem televisi dengan mirror-drum yang menggunakan sistem "video terjalin" untuk menghasilkan resolusi gambar 100 baris.

Pada tahun yang sama, Herbert E. Ives dari Bell Labs berhasil mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City, dan juga melalui gelombang radio dari Whippany, New Jersey.[12] Ives menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek rekamannya termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat itu, Herbert Hoover.

Pada tahun yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup, dimana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers pada 1 September 1928.

Pada tahun 1936, untuk pertama kalinya olimpiade Berlin disiarkan ke stasiun televisi di Berlin dan Leipzig di mana masyarakat umum dapat menyaksikan setiap perlombaan langsung.Pada masa awal televisi, kotak televisi elektromekanik mulai secara komersial dijual dari tahun 1928 hingga 1934 di Inggris,[16] Amerika Serikat, dan Rusia.
Penggunaan TV di Amerika Serikat meningkat kembali pasca Perang Dunia II setelah produksi TV diizinkan kembali pada Agustus 1945. Pasca perang, jumlah pemilik TV di Amerika meningkat sekitar 0,5% pada tahun 1946, lalu naik 55,7% pada tahun 1954, dan naik sampai 90% pada tahun 1962.[29] Di Britania, jumlah pemilik TV meningkat dari 15.000 pada tahun 1947, lalu 1,4 juta pada tahun 1952, hingga 15,1 juta pada tahun 1968.

 Dan kini, TV sudah menjadi sebuah komoditi elektronik yang sangat diminati dan luar biasa pengaruhnya bagi dunia.

Begitulah sekilas perkembangan TV dari masa ke masa

TV sebagai Sumber Informasi Dunia

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele ("jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”

Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)

Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.

Perkembangan teknologi yang semakin maju tidak membuat berkurangnya fungsi dan peranan Televisi sebagai sumber informasi dunia. Bahkan Televisi kini tak hanya sebagai sumber informasi, tapi juga sebagai sumber komunikasi, hiburan, periklanan, dan perfilman.

Wanita Berbicara dengan Rasa, Pria Berbicara dengan Logika

Wanita adalah sebutan bagi perempuan yang telah dewasa atau baligh. Wanita merupakan mahluk Tuhan yang diciptakan dengan perasaan yang lebih peka daripada perasaan pria. Kepekaan perasaan wanita dapat menjadi emosi yang bisa jadi menentukan kondisi dan situasinya hatinya. Misalnya, ketika seorang wanita sedang sedih, ia akan sulit mengontrolnya dan dapat mengalirkan banyak air mata dengan terisak-isak, ia akan terbawa mengikuti emosinya sehingga sulit mengontrol perasaannya, inilah yang menjadi kelemahan wanita, yaitu lebih mengedepankan perasaan daripada akalnya sehingga lebih sulit baginya mengontrol emosinya sendiri. Tetapi jika wanita bersedih namun tidak ada air mata yang terlihat menetes dari matanya, sesungguhnya kesedihannya terlihat jelas di dalam hatinya, dan itu dapat tergambar lewat situasi atau suasana hatinya saat itu.
Fakta lain yang membuktikan bahwa wanita lebih sering berbicara dengan perasaannya, yaitu lebih mudah bagi seorang wanita membuat puisi dibandingkan seorang pria membuat puisi, hal itu karena wanita lebih mudah mengungkapkan perasaannya sendiri, dibandingkan seorang pria mengungkapkan perasaannya. Itulah sebabnya kenapa wanita lebih mudah dan sering menceritakan curahan hatinya dibandingkan pria yang lebih enggan untuk menceritakan curahan hatinya.
kalau wanita lebih dominan berbicara dengan perasaan, maka berbeda dengan pria, seorang pria biasanya lebih dominan berbicara berdasarkan akalnya / logikanya. Hal itu dapat tercemin dari bagaimana seorang pria biasanya menebak perasaan wanita yang sedang disukainya melalui raut wajah atau ekspresinya badannya, misalnya ketika wanita yang disukainya sedang tersenyum maka dengan mudah seorang pria akan menyimpulkan bahwa wanita itu sedang bahagia, karena melihat raut wajahnya yang sedang tersenyum maka logikanya wanita tersebut sedang senang, padahal belum tentu ketika raut wajah seorang wanita sedang tersenyum perasaannya sedang bahagia, bisa jadi justru sebaliknya, ketika memperlihatkan raut waja tersenyum bisa saja ia sedang sedih. Itulah kenapa banyak pria mengatakan bahwa wanita mahluk yang misterius, sulit ditebak apa yang sedang dirasakan dan dipikirkannya, karena wanita lebih banyak mengungkapkannya dengan rasa, sedangkan pria mengungkapkannya dengan logikanya.
sebagai penutup, ada sebait ungkapan dan peribahasa yang mungkin sedikit menggambarkan opini saya,
"jika seorang wanita ditatap tajam matanya oleh seorang pria yang dicintainya, maka akan cair perasaannya seperti coklat, namun apabila seorang wanita ditebak pikiran dan perasaannya dari raut wajahnya maka akan merah hatinya seperti tertusuk panah."
karena raut wajah wanita tidak menunjukkan apa yang ada di hatinya.
seperti kata peribahasa,
"dalamnya lautan masih dapat diukur, tapi dalamnya hati wanita siapa yang tahu."

Belajar Berbagi dan Memberi dari Wanita Berhati Peri

Hari itu adalah hari yang panas di Ramadhan. Aku sedang berjalan ketika tiba-tiba mataku tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk terpaku di sudut sebuah toko di dekat pasar. Wanita itu terlihat sangat letih, nampak sekali dari wajahnya yang terlihat pucat saat disinari terik matahari menjelang sore hari. Keringatnya mengalir deras di pipinya yang sudah mulai banyak kerutan karena usianya yang tak lagi muda. Tangannya gemetar sambil memegang gendongan yang diayun-ayunkannya sedari tadi. Melihat hal itu membuat hati dan kakiku bergetar, perasaan sedih menyelimuti jiwaku seiring dengan jejak langkahku saat menghampiri wanita itu.
Sebelum menghampiri wanita itu, kusempatkan untuk membeli sebotol air minum mineral di warung dekat toko tempat wanita itu duduk terpaku.
"Ibu, silahkan diminum air minum ini Bu!", kataku sambil memberikan air minum yang baru saja kubeli.
"Terima kasih Nak, tapi Ibu sedang Puasa, Nak", jawab wanita itu sembari terus mengayun-ayunkan gendongan yang dipegangnya sejak tadi.
Hatiku semakin bergetar mendengar jawaban wanita itu, begitu kuat pendiriannya untuk tetap melanjutkan berpuasa meskipun dari wajahnya yang pucat tersirat keletihan.
"Subhanallah, maaf, tapi Ibu terlihat sangat keletihan sekali", ucapku singkat.
"Ibu gapapa kok Nak, tapi kalau boleh air minum itu untuk anak ibu saja ya", pinta wanita itu sembari menunjukkan gendongan yang dipegangnya sejak tadi.
"ya Allah, jadi di dalam gendongan itu ada anak Ibu?", tanyaku di sela rasa kagetku.
"Iya Nak, boleh air minum itu untuk anak ibu, Nak?" tanya wanita itu.
"Oh Tentu Bu, silahkan ini air minumnya", kataku sembari memberikan air minum tersebut.
Singkat cerita, setelah memberi air minum pada anaknya, aku dan wanita itu berdialog sejenak sebelum aku mengajak Ibu tersebut ke sebuah warung nasi. Aku membeli 2 bungkus nasi dan kuberikan kepada wanita itu untuk bekal beliau berbuka puasa nanti.
"Terima kasih Nak, semoga Allah membalas kebaikanmu Nak", kata Ibu itu.
"Amiin ya Rabb, sama-sama Ibu, semoga Allah juga menjaga dan menguatkan keistiqomahan Ibu", kataku sembari tersenyum lalu berpamit pergi kepada Ibu itu.
Setelah berpamit pergi, aku pun melanjutkan langkahku meninggalkan Ibu itu, tapi kembali hatiku bergetar saat aku hendak naik angkot, kulihat Ibu itu memberikan sebungkus nasi yang dipegangnya kepada seorang laki-laki tua yang sedang mengemis di pinggir jalan. Melihat apa yang telah dilakukan Ibu itu membuat hatiku semakin tersentuh dan semakin berkeinginan untuk terus berbagi.

*note : Banyak pelajaran yang aku dapat dari kejadian ini, diantaranya keistiqomahan seorang wanita yang sedang menjalankan ibadah puasa, besarnya kasih sayang seorang wanita kepada anaknya, dan kepedulian seorang wanita untuk memberi kepada orang lain yang membutuhkan meskipun ia juga membutuhkannya.

Selasa, 11 Desember 2012

Indosat super 3G+, berinternet dengan kecepatan tinggi, Indosat unjuk gigi lagi

Indosat super 3G+
"Wow, Luar Biasa, sangat cepat, Bro", itulah kata-kata yang spontan keluar dari mulutku ketika aku pertama mencoba menggunakan indosat super 3G+.
Perjodohanku dengan Indosat super 3G+ dimulai ketika aku kesulitan mencari paket internetan yang murah tapi kecepatan tinggi, hingga akhirnya aku mendapat rekomendasi dari temanku untuk menggunakan paket internetan super 3G+ dari indosat. Biasanya, sebelum memilih paket internetan yang akan aku gunakan, terlebih dahulu aku mencari tahu kelebihan dan kekurangan paket internetan tersebut secara rinci. Oleh karena itu, aku pun meminta temanku untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari paket Internetan Indosat super 3G+.
Aku tercengang saat temanku menjelaskan kelebihan dan kekurangan paket Indosat super 3G+, yang ternyata sangat banyak kelebihannya, dan sebaliknya sangat sedikit kekurangannya, bahkan hampir tidak ada yang merugikanku sebagai pengguna. Untuk bukti lebih jelasnya kujelaskan kelebihan dan kekurangan dari paket indosat super 3G+, yang diantaranya:
Kelebihan dan kekurangan paket kuota :
1. Kita dapat menikmati cepatnya internetan dengan Indosat Super 3G+ hingga 7.2 Mbps.
2. Paket harian, hanya dengan tarif Rp. 2000,- dapat menikmati internetan dengan kecepatan 3,6 Mbps dengan total kuota 30 MB
3. Paket mingguan, hanya dengan tarif Rp. 10000,- dapat menikmati kecepatan berinternet 3,6 Mbps dengan total kuota 225 MB
4. Pada paket Bulanan lebih menarik lagi, karena banyak variasi di paket Bulanan Indosat super 3G+. Paket Bulanan yang pertama, hanya dengan tarif Rp. 25000,- kita dapat menikmati internetan dengan kecepatan 3,6 Mbps dengan total kuota hingga 2 GB. Paket Bulanan yang kedua hanya dengan tarif Rp. 50000,- kita sudah dapat menikmati internetan dengan kecepatan hingga 7,2 Mbps dengan kuota 2,7 GB. Paket Bulanan yang ketiga, hanya dengan tarif Rp. 100000,- kita sudah dapat menikmati internetan dengan kecepatan 7,2 Mbps dengan kuota 4 GB. dan untuk paket Bulanan yang terakhir, cukup hanya dengan tarif Rp. 200000,- kita sudah dapat menikmati internetan dengan kecepatan 7,2 Mbps dengan kuota 7,5 GB.
Sangat Menarik bukan?
Tapi masih ada yang lebih menarik lagi, yaitu paket unlimited dari indosat super 3G+. Pada paket indosat super 3G+ unlimited, kita dapat menikmati internetan sepuasnya hanya dengan tarif Rp. 5000 (harian), Rp. 25000 (mingguan), dan bulanan dengan tarif Rp. 50000 dan Rp. 100000. Yang paling menarik dari paket unlimited indosat super 3G+ adalah adanya promo bagi pelanggan Indosat Super 3G+ juga dapat menikmati akses internet unlimited melalui jaringan Wi-Fi secara GRATIS.
Bagaimana menurut kalian paket internetan yang ditawarkan indosat super 3G+? luar biasa bukan? so, tunggu apalagi, segera registrasikan kartu indosat anda untuk berlangganan paket internetan indosat super 3G+, caranya gampang kok, cukup tekan *123*4*1# di perangkat Anda atau SMS ke 363.
Selamat menikmati akses internet super cepat dengan indosat super 3G+.
Terima kasih Indosat. :)

Senin, 26 November 2012

Syairku untuk menerangi dunia

Malam telah berlalu, tetapi kisahku masih saja belum berakhir
malam dan kegelapan dunia ini secepat kilat berlalu
bulan dan bintang tak lelah bersinar untuk dunia
tetapi cahaya dari kata-kata bersinar lebih terang setiap saat.,

seperti cahaya kata-kata rasulullah yang masih menerangi dunia
perilakunya menjadi mutiara bagi umat manusia
cahaya dan mutiara yang senantiasa penuh makna
dan semua itu tetap menjadi cahaya dunia sampai akhir masa.,


Dari syair sederhana diatas, aku ingin berbagi cerita, bahwa hampir setiap hari ketika tengah malam hingga menjelang waktu subuh (sepertiga malam terakhir) aku selalu merenungi diriku. Merenungi apa saja yang telah aku lakukan, aku katakan, dan aku rasakan selama sehari berlalu.

Gelapnya dan heningnya selalu aku rasakan sangat cepat berlalu, seakan setiap malamnya tak cukup waktu bagiku untuk mencurahkan seluruh yang aku alami dan aku rasakan. Namun, itu tak masalah bagiku, karena aku tau Allah swt Maha Tau, cukup dengan mengingat-Nya aku merasa telah mencurahkan semuanya kepada-Nya.

Ketika aku sedang merenungi di malam hari, aku berpikir, kenapa Allah menciptakan malam dengan kegelapan dan keheneningan, namun di setiap kegelapan malam selalu ada sehamparan sinar-sinar terang dari bulan dan bintang yang menerangi kegelapan malam.

Suatu ketika aku menemukan jawabannya ketika aku sedang mencurahkan apa yang kualami di hari itu. salah satu kejadian yang aku alami hari itu adalah di pagi hari aku membaca berita pada surat kabar yang isi beritanya mengenai kasus korupsi yang melanda Indonesia. ketika aku membaca berita itu perih rasannya, aku merasa dunia ini sangat gelap karena penuh dengan kemaksiatan dan keingkaran. 

Di hari yang sama, pada siang harinya aku menyaksikan seorang pemuda yang memberikan sebungkus nasi untuk pengemis yang menghampirinya ketika selepas ia membeli sebungkus nasi di warung tegal (Warteg). Menyaksikan itu rasanya senang sekali hatiku, aku merasa dunia sangat terang kala itu. Saat itu aku menemukan jawaban versiku dari pertanyaanku mengenai teka-teki mengapa Allah menciptakan bulan dan bintang untuk menyinari kegelapan malam. Pandanganku, bulan dan bintang di malam hari seakan menggambarkan kehidupan kita di dunia. 

Kehidupan dunia layaknya perputaran siang hari dan malam hari, ketika siang hari sinar matahari membuat dunia sangat terang, dan ketika malam hari bulan dan bintang membuat sehampar sinar terang dibalik kegelapan, begitu pula dengan kehidupan manusia, ketika menyaksikan kemaksiatan terjadi maka dunia terasa sangat gelap seperti malam hari, namun ketika menyaksikan kebaikan maka dunia terasa sangat terang di siang hari. 

Dan kebaikan adalah matahari yang menyinari dunia secara penuh, kebaikan juga menjadi bulan dan bintang yang menyinari dunia kala kejahatan menggelapkan dunia ini. Dan sesungguhnya Rasulullah adalah contoh paling baik untuk kita menanamkan kebaikan di dunia ini agar kita dapat menjadi sinar-sinar yang menerangi dunia, seperti kata-kata dan perbuatan Rasulullah yang selalu menerangi dunia hingga akhir masa.,

Semoga ada pelajaran, hikmah, dan berkah dibalik tulisan ini.,


by: faqih rusydan

Jumat, 15 Juni 2012

Kode Negara Sedunia

Kode Negara berdasarkan ISO 3166
Indonesia:  ID
Ini juga dipakai untuk nama top level domain negara.
Kode negara selengkapnya:
Negara Kode Negara
AFGHANISTAN AF
ALBANIA AL
ALGERIA DZ
AMERICAN SAMOA AS
ANDORRA AD
ANGOLA AO
ANGUILLA AI
ANTARCTICA AQ
ANTIGUA AND BARBUDA AG
ARGENTINA AR
ARMENIA AM
ARUBA AW
AUSTRALIA AU
AUSTRIA AT
AZERBAIJAN AZ
BAHAMAS BS
BAHRAIN BH
BANGLADESH BD
BARBADOS BB
BELARUS BY
BELGIUM BE
BELIZE BZ
BENIN BJ
BERMUDA BM
BHUTAN BT
BOLIVIA BO
BOSNIA AND HERZEGOVINA BA
BOTSWANA BW
BOUVET ISLAND BV
BRAZIL BR
BRITISH INDIAN OCEAN TERRITORY IO
BRUNEI DARUSSALAM BN
BULGARIA BG
BURKINA FASO BF
BURUNDI BI
CAMBODIA KH
CAMEROON CM
CANADA CA
CAPE VERDE CV
CAYMAN ISLANDS KY
CENTRAL AFRICAN REPUBLIC CF
CHAD TD
CHILE CL
CHINA CN
CHRISTMAS ISLAND CX
COCOS (KEELING) ISLANDS CC
COLOMBIA CO
COMOROS KM
CONGO CG
CONGO,
THE DEMOCRATIC REPUBLIC OF
CD
COOK ISLANDS CK
COSTA RICA CR
CÔTE D’IVOIRE CI
CROATIA HR
CUBA CU
CYPRUS CY
CZECH REPUBLIC CZ
DENMARK DK
DJIBOUTI DJ
DOMINICA DM
DOMINICAN REPUBLIC DO
ECUADOR EC
EGYPT EG
EL SALVADOR SV
EQUATORIAL GUINEA GQ
ERITREA ER
ESTONIA EE
ETHIOPIA ET
FALKLAND ISLANDS (MALVINAS) FK
FAROE ISLANDS FO
FIJI FJ
FINLAND FI
FRANCE FR
FRENCH GUIANA GF
FRENCH POLYNESIA PF
FRENCH SOUTHERN TERRITORIES TF
GABON GA
GAMBIA GM
GEORGIA GE
GERMANY DE
GHANA GH
GIBRALTAR GI
GREECE GR
GREENLAND GL
GRENADA GD
GUADELOUPE GP
GUAM GU
GUATEMALA GT
GUINEA GN
GUINEA-BISSAU GW
GUYANA GY
HAITI HT
HEARD ISLAND AND MCDONALD ISLANDS HM
HOLY SEE (VATICAN CITY STATE) VA
HONDURAS HN
HONG KONG HK
HUNGARY HU
ICELAND IS
INDIA IN
INDONESIA ID
IRAN, ISLAMIC REPUBLIC OF IR
IRAQ IQ
IRELAND IE
ISRAEL IL
ITALY IT
JAMAICA JM
JAPAN JP
JORDAN JO
KAZAKHSTAN KZ
KENYA KE
KIRIBATI KI
KOREA,
DEMOCRATIC PEOPLE’S REPUBLIC OF
KP
KOREA, REPUBLIC OF KR
KUWAIT KW
KYRGYZSTAN KG
LAO PEOPLE’S DEMOCRATIC REPUBLIC LA
LATVIA LV
LEBANON LB
LESOTHO LS
LIBERIA LR
LIBYAN ARAB JAMAHIRIYA LY
LIECHTENSTEIN LI
LITHUANIA LT
LUXEMBOURG LU
MACAO MO
MACEDONIA,
THE FORMER YUGOSLAV REPUBLIC OF
MK
MADAGASCAR MG
MALAWI MW
MALAYSIA MY
MALDIVES MV
MALI ML
MALTA MT
MARSHALL ISLANDS MH
MARTINIQUE MQ
MAURITANIA MR
MAURITIUS MU
MAYOTTE YT
MEXICO MX
MICRONESIA, FEDERATED STATES OF FM
MOLDOVA, REPUBLIC OF MD
MONACO MC
MONGOLIA MN
MONTSERRAT MS
MOROCCO MA
MOZAMBIQUE MZ
MYANMAR MM
NAMIBIA NA
NAURU NR
NEPAL NP
NETHERLANDS NL
NETHERLANDS ANTILLES AN
NEW CALEDONIA NC
NEW ZEALAND NZ
NICARAGUA NI
NIGER NE
NIGERIA NG
NIUE NU
NORFOLK ISLAND NF
NORTHERN MARIANA ISLANDS MP
NORWAY NO
OMAN OM
PAKISTAN PK
PALAU PW
PALESTINIAN TERRITORY, OCCUPIED PS
PANAMA PA
PAPUA NEW GUINEA PG
PARAGUAY PY
PERU PE
PHILIPPINES PH
PITCAIRN PN
POLAND PL
PORTUGAL PT
PUERTO RICO PR
QATAR QA
RÉUNION RE
ROMANIA RO
RUSSIAN FEDERATION RU
RWANDA RW
SAINT HELENA SH
SAINT KITTS AND NEVIS KN
SAINT LUCIA LC
SAINT PIERRE AND MIQUELON PM
SAINT VINCENT AND THE GRENADINES VC
SAMOA WS
SAN MARINO SM
SAO TOME AND PRINCIPE ST
SAUDI ARABIA SA
SENEGAL SN
SERBIA AND MONTENEGRO CS
SEYCHELLES SC
SIERRA LEONE SL
SINGAPORE SG
SLOVAKIA SK
SLOVENIA SI
SOLOMON ISLANDS SB
SOMALIA SO
SOUTH AFRICA ZA
SOUTH GEORGIA AND
SOUTH SANDWICH ISLANDS
GS
SPAIN ES
SRI LANKA LK
SUDAN SD
SURINAME SR
SVALBARD AND JAN MAYEN SJ
SWAZILAND SZ
SWEDEN SE
SWITZERLAND CH
SYRIAN ARAB REPUBLIC SY
TAIWAN, PROVINCE OF CHINA TW
TAJIKISTAN TJ
TANZANIA, UNITED REPUBLIC OF TZ
THAILAND TH
TIMOR-LESTE TL
TOGO TG
TOKELAU TK
TONGA TO
TRINIDAD AND TOBAGO TT
TUNISIA TN
TURKEY TR
TURKMENISTAN TM
TURKS AND CAICOS ISLANDS TC
TUVALU TV
UGANDA UG
UKRAINE UA
UNITED ARAB EMIRATES AE
UNITED KINGDOM GB
UNITED STATES US
UNITED STATES MINOR OUTLYING ISLANDS UM
URUGUAY UY
UZBEKISTAN UZ
VANUATU VU
Vatican City State see HOLY SEE
VENEZUELA VE
VIET NAM VN
VIRGIN ISLANDS, BRITISH VG
VIRGIN ISLANDS, U.S. VI
WALLIS AND FUTUNA WF
WESTERN SAHARA EH
YEMEN YE
Zaire see CONGO, DEMOCRATIC REPUBLIC OF
ZAMBIA ZM
ZIMBABWE ZW
Source: International Organization for Standardization